• KANAL BERITA

Fasilitasi Permodalan PKL Jateng

PENANDATANGAN MoU: Plt Gubernur Heru Sudjatmoko menyaksikan penandatanganan kerjasama oleh Ketua DPP APKLI Ali Mahsun dan Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya di Gedung A Lantai II Pemprov Jateng, Selasa (8/5). (SM/Hanung Soekendro)
PENANDATANGAN MoU: Plt Gubernur Heru Sudjatmoko menyaksikan penandatanganan kerjasama oleh Ketua DPP APKLI Ali Mahsun dan Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya di Gedung A Lantai II Pemprov Jateng, Selasa (8/5). (SM/Hanung Soekendro)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penyediaan akses permodalan yang mudah dan murah dilakukan Pemprov Jateng untuk mendorong perekonomian Pedagang Kaki Lima (PKL). Pelaku usaha mikro dinilai menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan perekonomian.

Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko mengatakan penetrasi permodalan pada PKL dinilai sangat penting. Lantaran sesuai dengan visi misi pemerintah untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keberpihakan (kebijakan) pemerintah itu boleh. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Heru usai menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Bank Jateng dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) di Gedung A Lantai II Pemprov Jateng, Selasa (8/5).

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua DPP APKLI Ali Mahsun dan Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya. Penandatangan turut dihadiri Kepala Disperindag Jateng Arif Sambodo, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Ema  Rachmawati dan Ketua DPW APKLI Jateng M Ulinuha.

Namun Heru mengingatkan jika kerjasama ini harus profesional lantaran bukan berupa bantuan hibah dari pemerintah. Artinya ada kewajiban yang harus ditunaikan oleh kedua belah pihak. Harapan selanjutnya, kerjasama tersebut bisa segera terealisasi dan tak mandeg sebatas MoU.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua DPP Ali Mahsun yang berharap MoU itu bisa segera ditindaklanjuti dengan realisasi bantuan permodalan. Akses mudah dan murah perbankan akan secara langsung berpengaruh pada daya saingnya. Selian permodalan, pihaknya juga terus melakukan pendampingan usaha bagi PKL.

Menurut Ali, peran PKL bagi pertumbuhan perkeonomian sangat besar. Hal itu terlihat dari tingginya perputaran uang per tahunnya. Pada tahun lalu perputaran uang mencapai Rp 9,750 triliun.

Sementara Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya mengatakan lingkup kerjasama antara Bank Jateng dengan APKLI bisa melalui beberapa produk perbankan. Seperti Mitra 25 yang terdapat plafon permodalan usaha yang tepat bagi PKL.

“Ini merupakan kerjasama komersiil, artinya semua resiko ditanggung Bank Jateng. Mekanismenya nanti sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh OJK,” ujar Hanawijaya. 


(Hanung Soekendro/CN34/SM Network)