• KANAL BERITA

BPJS Ketenagakerjaan Bayar Klaim Rp 25,2 Triliun

Kelola Dana Tp 326,7 Triliun

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan melaporkan kinerjanyabyang menggembirakan. Badan publik mencatatkan kinerja keuangan yang menggembirakan selama 2017. Hampir semua tercapai melebihi target.

Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Evi Afiatin, di Jakarta, Selasa (8/5), mengatakan dari sisi kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan mencatatkan 44,99 juta pekerja yang sudah terdaftar sampai 2017.

Dari jumlah 44,99 juta pekerja yang terdaftar tersebut, terdiri dari 26,2 juta tenaga kerja peserta yang aktif dan 488.188 pemberi kerja yang aktif memberikan kontribusi penerimaan iuran sebesar Rp56,4 triliun.

Di sisi lain lanjut Evi, BPJS Ketenagakerjaan juga telah membayarkan klaim atau pembayaran jaminan sebesar Rp25,2 triliun. Hal tersebut pula yang membuat BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan respon yang baik dari masyarakat.

Berdasarkan hasil survei kepuasan pelanggan oleh pihak independen, tingkat kepuasan peserta atas layanan BPJS Ketenagakerjaan sebesar 90.71%. Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 88,20%.

"Dalam hal capaian kepesertaan, sebanyak 44,99 juta pekerja terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya dalam acara paparan kinerja keuangan.

Sementara itu, dari sisi aset dana jaminan sosial (DJS) Ketenagakerjaan, mengalami peningkatan 22.4% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp312,31 triliun. Ditambah dengan aset BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp14,46 triliun, sampai dengan penghujung tahun 2017, secara total BPJS Ketenagakerjaan mengelola aset sebesar Rp326,77 triliun.

Selanjutnya Evi memaparkan bahwa dari total aset DJS, sebesar Rp306.3 triliun telah diinvestasikan dengan menghasilkan pendapatan investasi netto sebesar Rp27,3 triliun.

Selain itu juga BPJS Ketenagakerjaan juga telah memberikan imbal hasil kepada peserta Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 7.83% nett tanpa dikenakan pajak atau 3.83% lebih tinggi dari bunga deposito rata-rata perbankan pemerintah (5% sebelum pajak atau 4% nett setelah pajak).

"Dari seluruh kriteria atas tingkat kesehatan keuangan BPJS maupun DJS Ketenagakerjaan, yaitu rasio solvabilitas, likuiditas, BOPO, maupun rasio ekuitas terhadap liabilitas tercatat melebihi batas minimal yang telah ditetapkan," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, hasil yang didapatkan BPJS Ketenagakerjaan ini cukup menggembirakan. Pasalnya laporan kinerja BPJS Ketenagakerjaan dilaporkan kurang lebih 3 bulan lebih cepat dari batas tenggat waktu publik ekspose yaitu setiap tanggal 31 Juli tahun berikutnya.

"Ini merupakan buah kerja keras tahun 2017 yang didukung oleh semua pihak terkait semua pihak terkait memiliki peran penting dalam pencapaian kinerja yang baik ini," ujar Agus.


(Wahyu Atmadji/CN39/SM Network)