• KANAL BERITA

DKBPPPA Targetkan Jangkau 23.000 Akseptor

Program KB Selama 2018

Ketua TP-PKK Wonosobo Fairuz Eko Punomo meninjau kegiatan pemasangan alat KB gratis di sela pencanangan program TMKK di halaman Kantor Kecamatan Kepil, Selasa (8/5). (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Ketua TP-PKK Wonosobo Fairuz Eko Punomo meninjau kegiatan pemasangan alat KB gratis di sela pencanangan program TMKK di halaman Kantor Kecamatan Kepil, Selasa (8/5). (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Wonosobo menargetkan sepanjang 2018 ini program KB bisa menjangkau sebanyak 23.000 akseptor. Program safari KB terus dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak, seperti halnya Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Aisiyah Muhammadiyah, Bhayangkari Polres dan Persatuan Istri TNI (Persit) Kodim.

Kepala DKBPPPA Wonosobo, dokter Okie Hapsoro mengungkapkan, program KB juga makin intersif dilakukan dengan menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), karena memiliki jaringan hingga tingkat terbawah. "Program ini akan terus kami lakukan. Apalagi semua kami lakukan free," ujar dia, di sela pencanangan progarm TMKK di halaman Kantor Kecamatan Kepil, Selasa (8/5) siang.

Menurut dia, target tahun ini memang pihaknya berupaya menjangkau sebanyak 23.000 peserta KB. Hal ini agar persentase peserta KB bagi pasangan usia subur terus meningkat. Kondisi saat ini capaian program KB di Wonosobo sudah mencapai sekitar 74 persen. "Kami terus mendorong pasangan usia subur melakukan program KB, agar kesejahteraan mereka lebih terjamin," beber dia.

Selain itu, pihaknya terus berupaya mengoptimalkan peran kampung keluarga berkualitas. Karena itu juga menjadi salah satu wadah strategis dalam upaya menyelaraskan program-program lintas sektor lain, seperti optimalisasi pengasuhan program 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), perencanaan kehamilan yang baik sejak pranikah dan selama bayi dalam kandungan.

Selain itu, berupaya menurunkan angka vertilitas melalui pelayanan KB yang bermutu, pos pelayanan terpadu (Posyandu), bina keluarga balita, pendidikan anak usia dini (PAUD), rumah sehat, generasi berencana (GenRe) dan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) serta lainnya. Dengan keselasaran tersebut, diharapkan masyarakat memperoleh fasilitas dan pembinaan berkelanjutan dalam membangun keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

Pembentukan kampung keluarga berkualitas menjadi salah satu metode mewujudkan agenda prioritas pembangunan nasional (Nawa Cita) pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla, terutama agenda prioritas kelima, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, melalui pembangunan kependudukan dan keluarga berencana, serta agenda kedelapan, yakni melakukan revolusi mental yang diintegrasikan dalam program kependuduka, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK). 

Ditemui saat pelaksanaan pemasangan alat kontrasepsi, sejumlah warga masyarakat di Kecamatan Kepil, lebih memilih untuk menjalani program KB jangka panjang dengan menggunakan metode implan dibanding IUD. Menurut sebagian besar akseptor, KB Implan lebih aman, dan terbukti banyak yang cocok. Pilihan warga untuk menggunakan Implan, diakui para akseptor tak lepas dari kemudahan pemasangan dan saran suami mereka. 

"Pertimbangannya dari segi cara pasang yang sederhana namun hasilnya akurat, serta karena suami lebih menyarankan Implan daripada IUD," tutur Suryanti (35), salah satu peserta KB gratis hasil kolaborasi sinergis TNI, Polri dan pemerintah kabupaten melalui DKBPPPA Wonosobo.

Bagi para petugas medis yang melayani pemasangan Implan, pilihan sebagian akseptor juga memudahkan mereka untuk menyelesaikan tugasnya. 

Prosedur pemasangan implan, diakui sejumlah bidan yang bertugas dalam kesempatan tersebut, cukup sederhana dan tidak membutuhkan terlalu banyak alat. Dalam kesempatan itu, ada sekitar 220 warga mengikuti pemasangan alat kontrasepsi gratis. "Akseptor KB yang memilih IUD hanya 11 orang, di antara 220 warga yang turut serta hari ini," ungkap Komandan Koramil Kepil, Kapten Infanteri Sugeng Hariyadi. 


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)