• KANAL BERITA

Dewan Heran Toko Modern Justru Bertambah

Kebijakan Moratorium Disorot

MELINTAS: Sejumlah warga saat melintas di depan salah satu toko modern di Pati beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
MELINTAS: Sejumlah warga saat melintas di depan salah satu toko modern di Pati beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com – Kalangan dewan mengaku heran, saat ini, moratorium pemberian izin pendirian sudah berjalan, namun jumlah toko modern tampaknya malah bertambah. Untuk itu Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati sepakat melanjutkan kembali pembahasan perda terkait toko modern tersebut.

Anggota Komisi B Noto Subiyanto mengatakan, mengaku bingung dengan banyaknya toko modern yang sekarang ini. Menurutnya seharusnya moratorium sudah diterapkan. ‘’Beberapa waktu sudah ada kesepakatan yakni 120 toko modern yang akan dipetakan di 21 kecamatan. Tapi yang ada sekarang ini banyak sekali saya malah bingung. Lebih dari 120 toko modern,’’ terangnya.

Padahal, menurutnya, jumlah 120 toko modern itu paling tinggi. Kabupaten lainnya jumlah toko modern tidak sebanyak di Pati. ‘’Kemarin itu sudah kecolongan, tapi apa daya sudah berdiri akhirnya toleran,’’ katanya.

Banyaknya jumlah toko modern itu pun membuat kebingungan komisi B. Oleh karena itu, dalam rapat internal komisi B sempat kembali membahas raperda terkait toko modern yang pernah digodok sebelumnya.

‘’Kami akan mengangkat lagi perda yang telah digodok dan telah dilakukan jejak dengar pendapat. Hasilnya disetujui pembahasan perda ini akan tetap dilanjutkan,’’ ujarnya.

Pihaknya menilai legislatif pada dasarnya terbuka dengan investasi, namun harus tetap memperhatikan nasib rakyat kecil. Investasi diharapkan tidak mematikan potensi ekonomi kerakyatan, bahkan didorong menggandeng UMKM di Pati untuk membantu mengembangkan usaha kecil dan industri rumahan.


(Beni Dewa/CN40/SM Network)