• KANAL BERITA

Pasar Banjarsari Butuh Rp 145 Miliar

foto: istimewa
foto: istimewa

PEKALONGAN, suaramerdeka.com – Untuk membangun kembali Pasar Banjarsari yang terbakar Februari lalu, membutuhkan dana besar, sekitar Rp 145 miliar. Untuk itu, Pemerintah Kota Pekalongan bertekad mengupayakan anggaran besar dari berbagai sumber. Selain dari APBD Kota Pekalongan, untuk membangun kembali Pasar Banjarsari akan diupayakan melalui bantuan dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBN.

‘’Kami akan mengusahakan di pusat dengan membantu mengomunikasikan agar bantuan anggaran untuk pembangunan Pasar Banjarsari bisa terealisasi pada 2019,’’ kata anggota DPR Dapil Jateng X, Abdul Hakam Naja, usai bertemu dengan Wali Kota, Mochammad Saelany Machfudz, Senin (7/5) sore.

Hakam mengatakan, untuk penanganan jangka pendek, Pemkot Pekalongan sudah membangun pasar darurat di Jalan Pati Unus. Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, pembangunan kembali Pasar Banjarsari akan dimulai pada tahun 2019.

Untuk membangun kembali Pasar Banjarsari tersebut, Pemkot Pekalongan mengalokasikan anggaran Rp 20 miliar dari APBD Kota Pekalongan. Anggaran lainnya diupayakan dari APBD Pemprov Jateng Rp 50 miliar dan APBN Rp 75 miliar.

Menurutnya, pembahasan APBD biasanya dilaksanakan pada Oktober. ‘’Nanti kami akan berusaha memasukkan itu sehingga pada 2019 bisa terlaksana. Targetnya, pada 2020 atau paling lambat tahun 2021, pasar sudah berdiri kembali dan pedagang bisa beraktivitas kembali,’’ sambungnya.

Dengan kolaborasi anggaran dari APBD Kota, APBD Provinsi dan APBN, para pedagang nanti bisa kembali masuk ke pasar tanpa ada beban pembiayaan. ‘’Ini yang kami dorong agar betul-betul ekonomi rakyat bisa menggeliat kembali. Karena Pasar Banjarsari merupakan sentra ekonomi penting bagi Kota Pekalongan sebagai kota industri, jasa dan perdagangan,’’ tambahnya.

Adapun desain pembangunan pasar, Hakam berharap Pasar Banjarsari dikembalikan sebagai pasar tradisional, tidak dicampur dengan mal. ‘’Pasar tradisional yang betul-betul pedagang kecil yang berdagang di situ,’’ katanya. 
   


(Murdiyat Moko/CN40/SM Network)