• KANAL BERITA

Median Jalan Kawasan Pecinan Dibongkar

DIBONGKAR: Median Jalan Diponegoro di kawasan pusat pertokoan (Pecinan) Jepara dibongkar, kemarin. (suaramerdeka.com/Adi Purnomo)
DIBONGKAR: Median Jalan Diponegoro di kawasan pusat pertokoan (Pecinan) Jepara dibongkar, kemarin. (suaramerdeka.com/Adi Purnomo)

JEPARA, suaramerdeka.com – Pemkab Jepara akan menata ulang jalur di pusat pertokoan kawasan pecinan. Salah satunya Jalan Diponegoro yang terletak di pusat pertokoan Kota Ukir ditata ulang untuk membuka akses dan memperlancar arus lalu lintas di kawasan ini. Pembatas jalan yang memisahkan jalur utama dengan jalur roda dua di kawasan dibongkar.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Jepara, Ngadimin menjelaskan, pembatas jalan atau median jalan di salah satu jalur teramai itu untuk memperlebar badan jalan.

Selama ini, kata dia, dengan adanya pembagian jalur di Jalan Diponegoro itu, jalan menjadi sempit, sehingga memicu  arus lalu lintas tersendat. Badan jalan juga dijadikan tempat parkir bagi pemilik toko dan pembeli.

‘’Tidak hanya median jalan yang dibongkar, trotoar di sisi kiri dan kanan jalan juga akan ditata kembali. Dulu saat membangun diberi median jalan karena kendaraan tak sebanyak sekarang. Tapi saat ini jalan itu sangat sempit dibandingkan dengan jumlah kendaraan yang melintas,’’ katanya.

Ruas jalan yang ditata kembali itu sepanjang 225 meter. Dimulai dari persimpangan jalan antara Jalan Veteran dan Yos Sudarsono di sebelam timur, hingga perempatan Jalan Untung Suropati.

Jalan Diponegoro menjadi akses utama dari pusat Kota Jepara menuju sejumlah lokasi penting. Di antaranya menuju Pasar Jepara Satu, Pasar Jepara Dua, Samsat hingga Kelurahan Jobokuto dan Ujung Batu. Selama ini, Jalan Diponegoro digunakan sebagai jalur searah pada siang hari, dari arah timur atau dari Alun-alun Jepara.

Tetap Searah

Usai diperlebar dan ditata, kata Ngadimin, Jalan Diponegoro yang berstatus jalan kabupaten itu tetap akan dijadikan sebagai jalur searah. Sementara untuk parkir kendaraan di jalan itu ke depan akan ditata kembali, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.

‘’Usai ditata, lebar jalan menjadi 10 meter. Ketersendatan arus lalu lintas pun bisa diminimalisasi. Di daerah-daerah lain seperti Kudus pun median jalan banyak yang dibongkar karena dinilai mempersempit jalan,’’ kata Ngadimin.

Sementara untuk tanaman-tanaman di median jalan, sudah dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara, sebelum proses penataan jalur dilakukan. Dari pantauan di lapangan, Jalan Diponegoro tetap dibuka selama proyek pengerjaan dilakukan. Namun kendaraan harus berjalan pelan karena bersimpangan dengan kendaraan berat yang tengah melakukan proses pengerjaan proyek itu.


(Adi Purnomo/CN40/SM Network)