• KANAL BERITA

Wulandari Pertahankan Tradisi Juara Nyinden

Ajang Sinden Idol Unnes Semarang

JUARA KEDUA: Sinden Wulandari meraih juara kedua  Sinden Idol IV 2018 di Kampung Budaya, Universitas Negeri Semarang (Unnes). (suaramerdeka.com/dok)
JUARA KEDUA: Sinden Wulandari meraih juara kedua Sinden Idol IV 2018 di Kampung Budaya, Universitas Negeri Semarang (Unnes). (suaramerdeka.com/dok)

BLORA, suaramerdeka.com – Wulandari (25), pesinden autodidak asal Sambonganyar, Kecamatan Kradenan, Blora mampu mempertahankan ‘’tradisi’’ Blora juara di ajang Sinden Idol Universitas Negeri Semarang (Unnes). Tahun ini, Wulandari, meraih juara kedua di event tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir Blora tidak pernah absen dari gelar juara dalam event dua tahunan itu.

Pada tahun 2016 di ajang yang sama, pesinden Blora, Riris Kumalasari, dinobatkan meraih juara ketiga Sinden Idol III. Dia juga meraih juara harapan I di kategori dewasa di Sinden Idol II 2014. Di tahun 2014 tersebut, pesinden dari Blora, Dhesy Purnawati, meraih juara pertama kategori dewasa. Sedangkan Mayang Anjarsari meraih juara harapan I di kategori remaja.

Tak mengherankan, raihan juara tersebut seakan menjadi tradisi bagi pesinden Blora. ‘’Alhamdulillah, bisa meraih juara dua.  Ini saja sudah di luar dugaan. Tidak menyangka bisa juara karena semua pesertanya mempunyai bakat yang luar biasa,’’ ujar Wulandari, kemarin.

Babak final Sinden Idol IV 2018 berlangsung Minggu malam (6/5) di Kampung Budaya, Universitas Negeri Semarang (Unnes). Wulandari (25) tampil bersama puluhan finalis lainnya di event yang rutin digelar dua tahun sekali.

Pesinden asal Sambonganyar, Kecamatan Kradenan itu tampil memesona di hadapan dewan juri yang terdiri dari Widodo Brotosejati (dosen Sendratasik Unnes), Suyoto (ISI Surakarta), Sutarmi (empu sinden Semarang), dan Bambang Supriyono (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng) serta juri kehormatan Sri Puryono, sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah.

Sinden Autodidak

Wulandari yang sudah 12 tahun berkecimpung di dunia sinden ditetapkan menjadi juara kedua. Juara pertama kategori dewasa diraih Linda Ningsih peserta asal Cilacap dan juara ketiga Wahyu dari Jakarta. ‘’Sinden Idol Unnes sudah dilaksanakan empat kali, namun saya baru kali ini mengikutinya. Alhamdulillah bisa meraih juara kedua,’’ tandas Wulandari.

Dalam babak grand final yang diikuti sepuluh pesinden, Wulandari membawakan dua tembang. Yakni tembang wajib Pangkur Laras Slendro Pathet Songo dan tembang pilihan Langgam Roning Turi. ‘’Sempat ndredeg, tapi Alhamdulillah lancar dan bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Blora,’’ ujar perempuan yang akrab dipanggil Wulan ini.

Dia menuturkan, semua kompetitor dalam ajang tersebut merupakan jebolan sekolah kesenian. Hanya dirinya saja yang berprofesi sinden secara autodidak, tanpa mengenyam pendidikan atau sekolah kesenian. Namun sejak kelas satu SMP dirinya sudah mulai berlatih nyinden, karena lingkungan keluarganya memang pegiat seni budaya.

‘’Bapak saya pengrawit, dan saya sejak SMP diajari nyanyi tembang Jawa oleh kakak saya yang juga seorang panjak kendang,’’ ungkap Wulan.

Dengan meraih juara kedua, dia menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan Rp 15 juta.


(Abdul Muiz/CN40/SM Network)