• KANAL BERITA

Bupati Batang Teken MoU Gerakan Menuju 100 Smart City

Usai menanatangani MoU Gerakan Menuju 100 Smart City, Menteri Kominfo (kedua dari kiri) berfoto bersama Bupati Batang (ketiga dari kiri). (Foto: suaramerdeka.com/dok)
Usai menanatangani MoU Gerakan Menuju 100 Smart City, Menteri Kominfo (kedua dari kiri) berfoto bersama Bupati Batang (ketiga dari kiri). (Foto: suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Bupati Batang Wihaji mengatakan, smart city adalah sebuah konsep kota cerdas atau pintar yang membantu masyarakat di dalamnya. Dengan mengelola potensi sumber daya alam dan manusia secara efisien dan memberikan informasi yang tepat dan sederhana kepada masyarakat/lembaga, akan dirasakan langsung manfaatnya bagi warga masyarakat Kabupaten Batang maupun para wisatawan.

Bupati Wihaji mengatakan hal tersebut usai menandatangani kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah pusat dalam hal ini adalah Kementerian Informasi dan Komonikasi (Kominfo), menuju 100 Smart City Kabupaten dan Kota se Indonesia di Hotel Redtop Jakarta, Selasa (8/5).

“MoU sebagai wujud implementasi dari ikhtiar kami selaku Pemkab Batang dalam rangka mewujudkan “Smart City” guna menuju kualitas pelayanan publik yang efektif, efisien dan sederhana serta dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, yang juga guna mendukung program tahun kunjungan wisata menuju surganya Asia 2022,” kata Wihaji.

Dikatakan, kota cerdas dan desa pintar menjadi program prioritas dalam kepemimpinan Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono dalam memberikan pelayanan di era digital. Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi akan mempermudah pelayanan publik untuk meningkatkan taraf hidup manusia.

“Masyarakat diharapkan melalui Smart City bisa mendapatkan pelayanan dengan mudah berbasis teknologi informasi yang dapat menyederhanakan dan mempermudah mendapatkan pelayanan dan informasi. Oleh karena itu sinergitas harus lebih baik antara pemerintah dan lembaga swasta atau masyarakat satu dan lainnya dapat saling terintegrasi satu sama lain sehingga program tersebut segera tercapai,” sebut Wihaji.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informasi Rudi Antara menambahkan, Smart City bukan untuk membeli piranti komputer atau server tapi lebih bagaimana kita mengubah memperbaiki tata cara melayani masyarakat lebih baik efisien, efektif dan sederhana.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jamal Abdul Naser mengungkapkan, sebagai langkah awal Pemkab Batang akan segera menyusun secara detail teknik yang perlu dikerjakan maupun menyiapkan infrastruktur Smart City sampai dengan data penunjang dari stakeholder yang nantinya akan terintegrasi.


(Kasirin Umar/CN41/SM Network)