• KANAL BERITA

Pedagang Desak Dana Ganti Rugi Diaudit

DEMO PASAR PAGI: Pedagang Pasar Pagi Kota Tegal bersama aktivis mahasiwa melakukan aksi demo di Komplek Balai Kota Tegal menuntut diselesaikannya sengketa pasar yang berimbas kepada pedagang, Selasa (8/5). (Foto: suaramerdeka.com/Tresno Setiadi)
DEMO PASAR PAGI: Pedagang Pasar Pagi Kota Tegal bersama aktivis mahasiwa melakukan aksi demo di Komplek Balai Kota Tegal menuntut diselesaikannya sengketa pasar yang berimbas kepada pedagang, Selasa (8/5). (Foto: suaramerdeka.com/Tresno Setiadi)

TEGAL, suaramerdeka.com – Masalah yang membelit Pasar Pagi Kota Tegal tak kunjung terurai. Pembayaran ganti rugi oleh Pemkot Tegal kepada investor PT Sinar Permai senilai Rp 12,65 miliar yang seharusnya sudah menyelesaikan persoalan, belakangan terindikasi  ada dugaan penyimpangan. Untuk itu pedagang mendesak dana ganti rugi itu diaudit.

Menurut Ketua Paguyuban Pedagang Blok B dan C Pasar Pagi Kota Tegal Chrisanto, dengan sudah dibayarkan ganti rugi pembangunan pasar sesuai putusan PK Mahkamah Agung, seharusnya sudah memutus kerja sama secara sah dengan investor, selanjutnya sertifikat kios dan pengelolaan pasar kembali ke tangan Pemkot.

Namun kenyataan di lapangan tidak demikian. Investor masih menguasai pasar, sementara Pemkot Tegal seolah diam tidak berdaya.

Melihat fakta itu para pedagang menduga ada sesuatu yang tidak beres. Dugaan semakin menguat karena Pemkot seolah diam tidak menuntut hak pengelolaan dan sertifikat pasar.

‘’Ada indikasi dugaan kerugian negara dari ganti rugi senilai Rp 12,65 miliar,’’ kata Chrisanto, saat  unjuk rasa bersama ratusan pedagang bersama mahasiswa di Kompleks Balai Kota Tegal, Selasa (8/7).

Dugaan tersebut muncul setelah pedagang melakukan kajian mendalam bersama aktivis mahasiswa. Pihaknya berharap, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti indikasi dugaan itu. ‘’Supaya bisa membongkar semuanya. Saya pikir untuk menggelontorkan dana sebesar itu, tidak cuma Pemkot saja, mesti banyak pihak yang berperan,’’ kata Chris.

Sementara itu Asisten Setda Imam Badarudin mewakili Wali Kota menerima peserta demo. Ia menyampaikan, untuk menyelesaikan kasus Pasar Pagi, Pemkot akan melakukan kajian dan meminta pendapat ke ahli hukum.

‘’ KPK sudah meminta data Pasar Pagi. Pedagang harap sabar menunggu langkah kelanjutannya. Baik menunggu hasil kajian ahli hukum maupun KPK,’’ kata Imam.


(Tresno Setiadi/CN41/SM Network)