• KANAL BERITA

Ekspor Kopi Olahan Naik Sepuluh Persen

Foto: specialtycoffee
Foto: specialtycoffee

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Industri pengolahan kopi nasional menyumbang 469,4 juta dolar AS devisa negara dari segi ekspor atau naik 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kinerja positif ekspor kopi olahan tersebut lantaran beberapa faktor seperti peningkatan produktivitas di sektor industri dan naiknya harga komoditas.

"Oleh karena itu, kami gencar mendongkrak daya saing industri pengolahan kopi nasional supaya lebih kompetitif di kancah global," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat kunjungan kerja di Temanggung, Selasa (8/5).

Airlangga juga menyampaikan bahwa pihak Kemenperin selalu mendukung promosi kopi dengan mengikut sertakan kopi dalam pameran ke berbagai negara.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto menyampaikan, dalam rangka meningkatkan kinerja industri nasional termasuk sektor pengolahan kopi di tengah menghadapi era globalisasi perdagangan dan pasar bebas, diperlukan upaya strategis guna menggenjot daya saing dan produktivitasnya.

Langkah tersebut, antara lain melalui penggunaan teknologi yang meningkatkan efisiensi dan inovasi, peningkatan kualitas produk dengan penerapan sistem manajemen mutu dan keamanan pangan, serta pengembangan diversifikasi produk menyesuaikan dengan permintaan pasar.

"Dengan potensi pasar di dalam negeri yang masih berkembang, kebijakan pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri yang juga perlu dijalankan adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) seperti barista, roaster, dan penguji cita rasa atau cupper," sebut Panggah.

Selanjutnya, dilaksanakan secara terintegrasi peningkatan nilai tambah biji kopi di dalam negeri dan peningkatan mutu kopi olahan terutama kopi sangrai (roasted bean) melalui penguasaan teknologi roasting.


(Ant/CN33/SM Network)