• KANAL BERITA

BPOM Temukan Kerupuk Sermier Mengandung Rhodamin B

Petugas BPOM Yogyakarta menunjukkan hasil uji sampel bahan makanan yang positif mengandung bahan berbahaya pewarna Rhodamin B di Pasar Wates, Kulonprogo, Selasa (8/5). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
Petugas BPOM Yogyakarta menunjukkan hasil uji sampel bahan makanan yang positif mengandung bahan berbahaya pewarna Rhodamin B di Pasar Wates, Kulonprogo, Selasa (8/5). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Yogyakarta menemukan kerupuk mengandung bahan berbahaya yakni pewarna Rhodamin B saat melakukan pengawasan di Pasar Wates, Kulonprogo, Selasa (8/5).

Pengawas Farmasi Balai POM Yogyakarta, Rossy Hartati mengatakan, dalam pengawasan itu tim melakukan sampling dengan mengambil 13 sampel bahan makanan yang dijual di Pasar Wates. Sampel-sampel tersebut kemudian dilakukan uji laboratorium untuk mendeteksi adanya bahan berbahaya atau tidak.

“Yang menjadi sasaran adalah produk yang berwarna pink karena potensial menggunakan pewarna Rhodamin B. Kami menyampling 13 bahan makanan, sebagian besar kerupuk, ada juga mie basah, lanting, dan juga rengginang,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil uji, dari 13 sampel bahan makanan tersebut ada dua sampel yang positif mengandung Rhodamin B. Keduanya berupa kerupuk sermier dari dua pedagang berbeda. Menurut Rossy, Rhodamin B bukan pewarna untuk makanan dan membahayakan kesehatan, bila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menimbulkan penyakit kanker.

“Terhadap penjualnya kami berikan pembinaan, kerupuknya agar diretur dan diminta tidak menjual barang itu lagi. Kami juga memberikan rekomendasi ke pengelola pasar mengenai informasi hasil uji laboratorium ini. Berdasarkan pengakuan pedagangnya, kerupuk sermier itu dari Purworejo,” katanya.

Penemuan Rhodamin B dan bahan berbahaya lain pada bahan makanan dalam pengawasan oleh BPOM Yogyakarta di Pasar Wates bukan kali ini saja. Sebelumnya juga sudah beberapa kali ditemukan. Untuk memutus rantai penjualan, lanjut Rossy, pihaknya menyampaikan rekomendasi kepada pengelola pasar.

Masyarakat juga dihimbauan untuk lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan. “Lebih baik yang warnanya natural atau putih, tidak yang berwarna pink mencolok. Ciri-ciri warna yang menggunakan Rhodamin B lebih mencolok, pink-nya berpendar,” imbuhnya.


(Panuju Triangga/CN33/SM Network)