• KANAL BERITA

Fadli Zon Akan Usut Tuntas Kasus Patroli Brimob ke Kantor Gerindra

Suasana jumpa pers Fadli Zon terkait kasus Patroli Anggota Brimob Polda Jateng ke kantor DPC Gerindra Kota Semarang.  (Foto suaramerdeka.com/dok).
Suasana jumpa pers Fadli Zon terkait kasus Patroli Anggota Brimob Polda Jateng ke kantor DPC Gerindra Kota Semarang.  (Foto suaramerdeka.com/dok).

SEMARANG, suaramerdeka.com- Patroli yang dilakukan oleh Anggota Brimob ke Kantor DPC Gerindra Kota Semarang di Jalan Barusari Baru, dan Kantor DPD Gerindra Jateng di Jalan Kanguru Raya, membuat Petinggi Parta Gerindra Geram.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan, apa yang dilakukan Oknum Kepolisan yang mendatangi kantor DPC Partai Gerindra Kota Semarang beberapa waktu lalu, merupakan bentuk intimidasi terhadap partai gerindra yang berada di luar pemerintahan.

"Ini bisa menjadi perhatian publik juga, dan juga perhatian Gerindra. Karena masuknya oknum-oknum dari aparat dengan alasan patroli tidak menggunakan surat dan SOP yang jelas, apalagi dengan menggunakan senjata laras panjang. Ini tentu menciderai dan melukai demokrasi, kami di DPP tidak terima, ini bisa terjadi di institusi politik dan ini tidak bisa di biarkan," tegasnya di Kantor DPC PArtai Gerindra Kota Semarang, baru-baru ini. 

Oleh karenanya, Fadli Zon menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut, hal ini karena kasus tersebut sudah masuk dalam ranah institusi politik sehingga harus ada penjelasan dan klarifikasi yang jelas terkait dengan kedatangan pasukan anggota Brimob yang berbekal senjata laras panjang ke kantor DPC Gerindra Kota Semarang. 

"Kita dalam berdemokrasi harus fer, Dari Jakarta akan ada tim advokasi bantuan hukum ke Jateng terkait dengan masalah ini, kalau perlu dilaporkan dulu kepada propam, karena di dalam intitusi kepolisian sendiri kan ada mekanisme. Apakah memang yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur, dan dan apa itu intruksinya, dan siapa yang berada di belakang itu," ujarnya. 

Sementara terkait dengan adanya kabar, kedatangan Anggota Brimob Polda jateng ke markas Gerindra Kota Semarang disebabkan adanya kabar akan ada pergerakan masa yang berkaos #2019GantiPresiden, Politisi Partai Gerindra itu mengungkapan, Seandainya Partai Gerindra mengerahkan masa untuk CFD dengan menggunakan kaos #2019GantiPresiden menurutnya hal itu tidak dapat dipermasalahkan, dan tidak boleh diintimidasi, sekaligus tidak ada larangan, karena hal itu merupakan salah satu bentuk masyarakat dalam bersikap dan dijamin oleh konstitusi. 

"Jadi kalau ada orang yang melarang, berarti orang itu sudah melanggar pasal 28 UUD 45 setiap WNI berhak memiliki kebebasan dalam menyampaikan, menyatakan sikap. terkait dengan rencana apapun, seandainya gerindra mengerahkan juga tidak ada masalah, itu kan gerakan masyarakat secara meluas yang datang dari bawah," ungkapnya. 

Sehingga menurutnya sangat janggal jika kedatangan Anggota brimob hanya karena adanya isu pergerakan #2019GantiPresiden. Apalagi dengan menggunakan senjata laras panjang, yang dapat diindikasikan sebagai upaya untuk mengitimidasi partai gerindra. 

"Kami mendesak pengusutan kejadian tersebut, hal ini mengingat Kepolisian merupakan alat negara untuk menegakan hukum. Sehingga jangan sampai kepolisian dijadikan alat untuk kekuasaan, apalagi untuk kepentingan jangka pendek," harapnya.


(Yulianto/CN19/SM Network)