• KANAL BERITA

BPOM DIY Temukan Sejumlah Makanan Tidak Layak Konsumsi

Ilustrasi Istimewa
Ilustrasi Istimewa

GUNUNGKIDUL, suaramerdeka.com - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY, berhasil menemukan sejumlah makanan tidak layak makan di Pasar Argosari, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (8/5).

Penemuan itu dilakukan saat BPOM DIY, melakukan pemantauan dilapangan menjelang bulan Ramadhan. Dalam pemantauan petugas selain menemukan sejumlah makanan yang menggunakan zat pewarna, juga menemukan harga kebutuhan bahan pokok yang sudah mulai merangkak  naik. 

Menurut Pengawas Farmasi Makanan BP POM DIY, Rosi Hertati, dari 18 sampel makanan yang diambil dari para pedagang pasar argosari ditemukan tiga makanan mengandung bahan berbahaya Rodamin B. Adapun Lanting merah, rengginang  dan kerupuk sermier.

"Tiga makanan yang mengandung rodamin B atau pewarna tekstil diantaranya lanting merah, rengginan ada warna merahnya, dan kerupuk sermier warna merah," ujarnya saat memantau di pasar Argosari, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Meski cukup sulit membedakan bahan makanan yang menggunakan rodamin B atau pewarna makanan, karena harus diperiksa laboratorium. Pihaknya menghimbau masyarakat untuk waspada.

"Kalau badan pom sendiri juga memberikan pemahaman kepada masyarakat, jadi masyarakat sendiri yang bisa memilih makanan yang aman," kata dia menjelaskan.

Sementara Kepala Biro Administrasi perekonomian dan sumber daya alam sekda DIY, Sugeng Purwanto mengatakan, pihaknya melakukan monitoring harga dan ekspektasi pasar menjelang puasa.

"Di pasar argosari secara umum kondisi harga kebutuhan pokok bisa dikatakan stabil, hanya khususnya daging ayam ada kenaikan, tetapi bisa dikatakan kenaikan wajar," katanya.

Adapun sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti Beras Premium harganya tetap Rp 12.000, bawang merah Rp 28.000 tidak ada kenaikan dari minggu lalu, Daging sapi Kwalitas 1, tetap Rp 120.000.

Sementara harga daging ayam dari Rp 33.000 minggu lalu mengalami kenaikan Rp 35.000. Untuk cabai rawut merah malah turun dari Rp 24.000 menjadi Rp 20.000. 

Kalau pun harganya sembilan pokok ada yang naik, tapi tidak semua bahan pokok mengalami kenaikan. ''Harga beras cenderung turun sekitar seribu rupiah,'' kata Ny Pinjem, pedagang beras di Pasar Tradisional Argosari, Wonosari, Kabupaten, Gunungkidul.


(Sugiarto/CN19/SM Network)