• KANAL BERITA

Potensi Asuransi Syariah di Indonesia Cukup Tinggi

SLEMAN, suaramerdeka.com - Bisnis syariah makin diminati masyarakat Indonesia saat ini. Termasuk asuransi berlabel syariah yang dinilai potensinya masih cukup tinggi untuk berkembang di Tanah Air.

"Potensi dan pasar asuransi syariah nasional masih sangat besar, namun belum dioptimalkan secara maksimal," papar Direktur Marketing CAR Life Insurance Jos Chandra Irawan.

Maka dari itu, melihat potensi tersebut serta besarnya jumlah umat muslim di Indonesia menjadi hal penting sehingga PT Asuransi Jiwa Central Asia (CAR Life Insurance) meluncurkan produk syariah terbaru bernama Asuransi CAR Wakaf Sakinah.

"Dari jumlah penduduk Indonesia 220 juta, pemegang asuransi syariah masih minim. Kalau diambil dua atau tiga persen dari jumlah umat muslim saja, sudah menjadi bisnis besar yang bisa dikelola. Saat ini saja nasabah CAR konvensional ada 2 juta dan kami untuk tahap awal mengambil pasar kecil dulu," tutur dia.

Menurut Jos, bulan Ramadan menjadi momentum guna menarik calon nasabah lebih besar karena memberi kesempatan masyarakat beribadah melalui wakaf. Pasalnya, 45 persen dari total uang pertanggungan nasabah akan diwakafkan melalui lembaga profesional dan hasilnya digunakan kembali bagi kemaslahatan umat.

"Kesadaran umat muslim beribadah saat ini semakin tinggi. Terbukti, banyaknya keinginan umroh sembari menunggu kesempatan berhaji. Lalu maraknya kelompok pengajian terutama dari kelas ekonomi menengah yang tidak hanya menjadi pasar potensial, namun memberi kesempatan masyarakat untuk berwakaf," jelas dia.

Jos menjelaskan wakaf sakinah akan dijual melalui chanel distribusi agency dan DIY menjadi daerah kedua untuk memperkenalkan produk ini. Hal terpenting kehadiranya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap produk asuransi syariah yang murni.

Sementara itu Syakir Sulla selaku Advisor Syariah CAR Life Insurance menambahkan bahwa wakaf sakinah merupakan produk asli asuransi syariah karena memberikan jaminan wakaf. Produk ini juga bukan produk konvensional yang menghilangkan unsur riba sehingga mempengaruhi umat muslim untuk membelinya.

"Wakaf sakinah sudah mendapapatkan izin dan selalu dilaporkan OJK. Termasuk dewan pengawas syariah. Selama ini, masyarakat muslim menantikan produk syariah asli dan bukan tercampur dalam asuransi umum. Produk inilah jawab keraguan publik saat ini," tandas Jos. 


(Gading Persada /CN19/SM Network)