• KANAL BERITA

Kisah Pilu Suyitno Penderita Gangguan Mata

Istri Meninggal Terpapar Api, Tiga Anaknya Alami Gangguan Mental

Penggiat sosial Agus Purnomo menyerahkan bantuan berupa uang kepada Suyitno untuk meringankan beban keluarganya di Dusun Ngadisari RT 02, RW 04 Kelurahan Kalikajar, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo. (Foto suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Penggiat sosial Agus Purnomo menyerahkan bantuan berupa uang kepada Suyitno untuk meringankan beban keluarganya di Dusun Ngadisari RT 02, RW 04 Kelurahan Kalikajar, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo. (Foto suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

MALANG benar kisah hidup Suyitno (59), warga Dusun Ngadisari RT 02, RW 04 Kelurahan Kalikajar, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo. Bagaimana tidak, diusianya yang senja, ia harus menanggung pahitnya hidup yang bertubi-tubu. Kisahnya bak peribahasa 'sudah jatuh tertimpa tangga'. Ia hanya bisa menaruh iba dari orang-orang yang peduli terhadap dirinya dan anak-anaknya.

Kondisi saat ini Suyitno tidak memiliki pekerjaan. Kondisi matanya sudah tidak bisa lagi melihat dengan sempurna. Istri tercintanya yang bernama Urip Satirah meninggal tiga bulan lalu, karena mengalami musibah dengan cara mengenaskan, terpapar kebakaran akibat kompor meledak. Tragisnya lagi, ia kini harus merawat ketiga anak perempuannya yang menderita gangguan mental lantaran musibah yang menimpa ibunya itu.

Suyitno bertutur, meninggalnya sang istri ternyata juga membuat anak kedua Suyitno, Septi Dwi Riyani mengalami trauma mendalam. Hingga sampai saat ini, ia memilih mengurung diri di rumah dan sering berteriak histeris tanpa sebab yang jelas. Menghadapi cobaan berat itu Suyitno mengaku hanya bisa pasrah, sembari berharap orang-orang di sekitarnya menaruh iba dan perhatian atas keluarganya. 

"Mungkin ini sudah menjadi garis hidup saya harus menjalani semua ini dengan sabar dan ikhas,” tutur Suyitno sembari menahan air mata ketika ditemui penggiat sosial Agus Purnomo yang datang bersama Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Wonosobo, Tri Purwanto dan TKSK setempat yang bertandang ke sebuah rumah petak Suyitno, Minggu (6/5) lalu.

Suyitno juga bercerita, bukannya sekedar berpangku tangan tanpa bekerja, saat ini ia berupaya mengelola tanah sepetak peninggalan istrinya. Meskipun hanya sepetak, tanah tersebut sangat berharga baginya dan keluarganya. Karena itulah, untuk menunjang kebutuhan harian, Suyitno mengandalkan belas kasih dari saudara dan tetangga di sekitar rumahnya yang dengan ikhlas memberikan bantuan. 

Sebelum mengalami musibah ditinggal sang istri, Suyitno mengaku pernah bekerja di sebuah pabrik kayu, sebagai seorang teknisi mesin hingga akhir 2017. Namun, kondisi matanya yang tidak bisa lagi melihat sempurna, memaksanya mengundurkan diri dari pekerjaan di pabrik kayu. Kini ia hanya berharap ada pihak yang peduli terhadap kondisinya beserta ketiga anak yang menderita keterbalakangan mental.

Melihat kondisi memprihatinkan keluarga Suyitno, aktivis sosial Agus Purnomo mengaku akan berupaya untuk mengetuk hati pihak-pihak terkait. “Salah satunya kami akan berusaha agar nantinya ada pendampingan medis dari psikolog untuk menyembuhkan luka traumatis anaknya, yang sekarang lebih memilih mengurung diri di rumah,” jelas Agus seusai menyerahkan bantuan dari sejumlah dermawan kepada Suyitno. 

Selain itu, Agus juga akan meminta kepada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Desa Kabupaten Wonosobo bisa memasukkan keluarga Suyitno ke daftar penerima bantuan sosial berkala untuk meringankan beban hidupnya. “Pak Suyitno secara usia juga sudah tergolong lanjut, ditambah ia juga mengalami rabun, sehingga tidak mampu bekerja. Maka selayaknya diberikan dana asistensi sosial,” tutur mantan Kepala Dinsos Wonosobo itu. 

Senada, Koordinator TKSK Kabupaten Wonosobo Tri Purwanto juga mengakui selama ini keluarga Suyitno belum memperoleh dana asistensi sosial dari instansi pemerintah. “Semoga untuk Tahun ini bisa kami usulkan agar mulai tahun depan atau pada akhir tahun mendatang sudah bisa menerima bantuan dana sosial untuk mendukung kehidupan keluarganya,” tandasnya.


(M Abdul Rohman/CN19/SM Network)