• KANAL BERITA

Kasus Pemuda Tewas di JLS Terungkap

GELAR KASUS : Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan (tengah) di dampingi stafnya saat menginterogasi pelaku curas dan barang bukti mobil curian, saat gelar perkara di Mapolres Salatiga, kemarin. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)
GELAR KASUS : Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan (tengah) di dampingi stafnya saat menginterogasi pelaku curas dan barang bukti mobil curian, saat gelar perkara di Mapolres Salatiga, kemarin. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Kasus penemuan pemuda tewas tergeletak dengan luka parah di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, pekan lalu, akhirnya terungkap, berkat kerja sama Satuan Reskrim dan Satlantas Polres Salatiga.

Korban yang diketahui bernama Subkhan Ghufrori (25), warga RT 1 RW 9 Jalan Penatusan Desa Penggalang, Kecamatan Adipala, Cilacap itu, mengalami dua kejadian sekaligus, yakni sebagai korban pencurian dan kekerasan (curas) serta korban tabrak lari truk.

Seperti diberitakan sebelumnya (SM, 30/4), Subkhan Ghufrori ditemukan tewas Sabtu (28/4) dinihari sekitar pukul 12.30 di JLS. Dari hasil penyidikan yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Sugeng, korban diketahui pergi dari rumahnya di Cilacap menyewa mobil rental bersama rekannya, Predi Susanto (23), warga RT 10 RW 3 Kelurahan Karya Mukti, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Mobil rental jenis Honda Mobilio putih disewa menggunakan data dan identitas korban Subkhan Ghufrori.

Dalam perjalanan Predi berupaya merampas mobil dengan cara menganiaya korban. Terjadi perkelahian antara korban dan pelaku, hingga korban kalah dan dibuang di pinggir JLS. Pelaku kemudian ke rumah pacarnya di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, sambil memamerkan mobil yang diakui miliknya. Setelah mengetahui posisi pelaku, dilakukan penangkapan. Predi berusaha melawan dan akhirnya tertembus pelor timah panas di kakinya. 

Dari pengakuan Predi, diketahui, korban ditinggalkan di JLS masih dalam keadaan hidup. Lalu dari olah TKP ditemukan sebuah pelat nomor yang tertinggal.

Dari penelusuran Satlantas Polres Salatiga, diketahui pelat nomor tersebut merupakan identitas truk, di mana pemilik truk adalah Edi Setiawan (39) warga RT 6 RW 3 Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. 

Sopir Mengakui

Setelah diminta keterangan, sopir mengakui telah menabrak orang di JLS, saat kondisi jalan gelap dan posisi korban di badan jalan. Karena takut, sopir kabur dan pulang ke Magelang.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, proses pengungkapan kasus ini cukup rumit, karena terjadi dua kejadian berbeda yang dialami korbannya. Pertama korban Subkhan Ghufrori menjadi korban curas, dengan pelaku rekannya sendiri.

Diketahui Fredi dan korban berkenalan dan pernah bekerja di Jakarta beberapa waktu lalu. Korban dianiaya hingga luka parah dan ditinggal di JLS. Sasarannya ingin memiliki mobil rental yang disewa atas nama korban. Mobil akan dipamerkan ke pacar yang akan dinikahinya. Berikutnya Subkhan menjadi korban tabrak lari.

''Pelaku Fredi Susanto terancam pasal 365 KUHPidana tentang Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sedangkan pelaku tabrak lari masih ditangani Satlantas,'' kata Kapolres.


(Surya Yuli P/CN39/SM Network)