• KANAL BERITA

Bawang Impor Ilegal, Pemkab Brebes Layangkan Surat ke Kementan

TUJUKAN BAWANG IMPOR : Ketua ABMI Juwari bersama anggotanya menunjukan bawang impor yang ditemukan di salah satu gudang di Kecamatan Brebes, beberapa hari lalu. (suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)
TUJUKAN BAWANG IMPOR : Ketua ABMI Juwari bersama anggotanya menunjukan bawang impor yang ditemukan di salah satu gudang di Kecamatan Brebes, beberapa hari lalu. (suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)

BREBES, suaramerdeka.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, secara resmi telah melayangkan surat laporan kepada Kementerian Pertanian, terkait masuknya ratusan ton bawang merah impor yang diduga ilegal ke pasaran Brebes.

Upaya itu dilakukan agar pemerintah pusat segera mengambil langkah karena keberadaan bawang impor di Brebes telah menyebabkan petani lokal rugi akibat harganya terus turun.

"Dari penemuan ABMI soal bawang impor yang masuk ini sudah kami laporkan ke Kementerian Pertanian agar segera ditindaklanjuti. Sebab, kebijakan untuk menghentikan impor menjadi kewenangan pemerintah pusat," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Budhiarso DW, saat dihubungi melalui telepon, Senin (7/5).

Dalam surat itu, kata dia, pihaknya meminta agar pemerintah segera mengambil langkah karena bawang impor telah meresahkan petani akibat harga mendadak turun. Selain itu, dari hasil cek lapangan diketahui bawang impor itu bermasalah karena melanggar aturan Kementerian Pertanian. Yakni, mengangkut karakteritik bawang bombai atau bawang asal India yang dapat diimpor. Dimana, sesuai aturan itu memiliki diameter lebih dari 5 sentimeter.

"Sedangkan di lapangan, bawang impor yang dipasarkan memiliki diameter kurang dari 5 sentimeter," terangnya.

Menurut dia, surat yang dikirim itu telah mendapat respon dari Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Suwandi. Bahkan, dirjen juga sudah menindaklanjuti dengan berkoordinasi pihak kepolisian.

"Yang jelas, kami sudah melaporkan dan hanya itu kewenangan di daerah. Nantinya, pusat yang mempunyai kewenangan atas permasalahan ini," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, masuknya bawang impor itu jelas akan mempengaruhi stok dan harga bawang di Brebes. Pasalnya, dalam waktu sebulan kedepan petani akan melakukan panen raya. Dampaknya, harga lokal akan terancam turun.

"Ya akan mempengaruhi stok. Pada Juni, Juli dan Agustus nanti, petani di Brebes akan panen raya. Ada sekitar 3.000 titik lahan bawang merah yang dipanen," pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, ABMI menemukan banyak bawang impor yang diduga ilegal masuk ke wilayah Kabupaten Brebes. Bawang impor asal India itu jumlahnya yang masuk diprediksi telah mencapai ratusan ton. Akibanya, harga bawang lokal yang saat ini sedang membaik mendadak anjlok. Kondisi itu dikeluhkan para petani bawang merah, karena mereka mengalami kerugian besar.


(Bayu Setiawan/CN39/SM Network)