• KANAL BERITA

Pengusaha Truk Minta Cuti Lebaran Tak Terlalu Panjang

foto: istimewa
foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengusaha angkutan truk yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Jawa Tengah tengah ketar-ketir menghadapi masa-masa bekerja tidak produktif, namun sangat konsumtif untuk 3 bulan ke depan.

Wakil Ketua Aptrindo Jateng Bambang Widjanarko meminta sebaiknya cuti bersama terkait libur Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah yang jatuh pada 15 dan 16 Juni 2018 tidak terlalu panjang.
"Mengingat di depan kita masih akan ada beberapa event yang bisa dipastikan akan menurunkan produktifitas kerja, namun menaikkan konsumerisme.

Simak saja, bahwa setelah perayaan IDUL FITRI nanti masih akan disambung dengan pesta demokrasi Pilkada Jawa Tengah pada 27 Juni 2018 yang sudah pasti akan banyak menghabiskan waktu, tenaga dan biaya, " paparnya melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Senin (7/5).

Apalagi, pada Juni mendatang event piala dunia sepakbola selama sebulan penuh antara 15 Juni - 15 Juli 2018 sudah pasti akan menurunkan produktifitas kerja dalam dunia angkutan truk.
" Karena dunia ini nyaris di dominasi oleh kaum pria, mulai dari pengusahanya sampai ke sopir, kernet dan teknisinya yang umumnya suka sepakbola.

Bagaimana mungkin jika setiap malam begadang terus menonton pertandingan sepakbola dan siangnya masih harus bekerja dalam performa tinggi ?, " paparnya.

Lalu memasuki tahun ajaran baru yang biasanya juga akan menyedot banyak dana, karena untuk urusan sekolah anak-anak ini juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Menurutnya, menurunnya masa-masa konsumtif dan naiknya produktifitas kerja dalam dunia angkutan truk baru akan terjadi setelah perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2018.

"Padahal order angkutan barang menyambut IDUL FITRI tahun ini hampir bisa dipastikan tidak akan sebaik tahun-tahun lalu gregetnya. Karena di sektor swasta hampir belum ada proyek yang mampu menstimulus pertumbuhan ekonomi, hanya pemerintah saja yang masih sibuk menyelesaikan proyek pembangunan infrastruktur dimana-mana, " cetusnya.

Dia menambahkan jika tidak memiliki kemampuan finansial dan manajerial yang baik untuk mendukung ketidak produktifan dalam 3 bulan kedepan, maka perusahaan angkutan truk bisa berada dalam zona berbahaya.


(Kartika Runiasari/CN34/SM Network)