• KANAL BERITA

Aparat Diminta Tindak Tegas Pihak yang Terlibat Masuknya Pupuk Ilegal

foto: istimewa
foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Aparat gabungan Polsek Kawasan Pelabuhan Laut dan Korem 101/Antasari berhasil mengungkap 6.500 ton pupuk ilegal asal Tiongkok dari penggeledahan satu unit kapal kargo MV Toyo Maru di dermaga Pelabuhan Trisakti, Kota Banjarmasin.

Pupuk tersebut tidak terdaftar secara resmi di Kementerian Pertanian (Kementan) dan apabila digunakan berpotensi menyebabkan kegagalan panen.

Terkait hal tersebut, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan (Kemendag), bersama aparat Kepolisian untuk segera menyita seluruh pupuk ilegal tersebut.

''Temuan tersebut harus diusur tuntas dan semua yang terlibat harus ditindak,'' tegas Bamsoet, sapaan Bambang, Senin (7/5).

Dia juga mendorong, Kementan untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan memberikan penyuluhan penggunaan pupuk, jenis pupuk yang sesuai dengan kondisi di tempat kepada petani.  Bamsoet juga mengimbau petani untuk tidak mudah terpengaruh dengan pupuk harga murah.

Dia juga menambahkan, Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan untuk memperketat pengawasan maupun perizinan pemasukan dan pengeluaran pupuk, serta pengecekan merek, nomor pendaftaran, uji mutu dan uji efektivitasm. Hal ini sesuai dengan pasal 37 UU Nomor 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.

Legislator Partai Golkar ini juga mendesak, Kemendag untuk memperketat regulasi terkait impor komoditas pertanian dan material organik/anorganik (pupuk).

''Mengingat banyaknya komoditas pertanian dan pupuk yang masuk ke Indonesia berpotensi menularkan hama, penyakit tumbuhan dan juga menyebabkan kerugian bagi petani Indonesia,'' ujar Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini.


(Mahendra Bungalan/CN34/SM Network)