• KANAL BERITA

Dua Kapal Angkut Pengungsi Rohingya Berlabuh di Aceh

foto: Voa/dok
foto: Voa/dok

ACEH, suaramerdeka.com - Dua kapal yang membawa pengungsi Rohingya dari Negara Bagian Rakhine, Myanmar, telah berlabuh di provinsi Aceh, di ujung barat Indonesia. Ini merupakan tanda pengungsian yang terus berlangsung dari apa yang disebut masyarakat minoritas yang paling tertindas di dunia. Karena letak Aceh di ujung pulau Sumatera dan diseberang Laut Andaman dari Myanmar, provinsi itu telah menerima sembilan rombongan pengungsi Rohingya melalui laut dalam 10 tahun terakhir.

“Ada perbedaan besar sekarang dalam tahun 2018,” kata Mariam Khokhar, kepala kantor Organisasi Migrasi Internasional di Medan, yang memberi bantuan kemanusiaan kepada ke sembilan rombongan pengungsi Rohingya di Aceh. “Dahulu, mereka dapat memperoleh kapal yang lebih besar, tetapi sekarang karena perasaan putus asa, pengungsi Rohingya menggunakan kapal-kapal yang lebih kecil untuk keluar dari Myanmar.”

Aceh sekarang sudah berpengalaman melayani kedatangan pengungsi Rohingya, walaupun Indonesia tidak turut menanda-tangani Konvensi Pengungsi Tahun 1951 dan tidak dengan resmi mengakui atau membantu pengungsi di tingkat nasional.

Tahun 2015, penduduk Aceh, yang termasuk golongan Muslim yang paling konservatif di seluruh Indonesia, menjadi kepala berita atas sambutan mereka yang hangat bagi sesama Muslim pengungsi Rohingya. Bulan ini, Organisasi Migrasi Internasional bekerjasama dengan pemerintah daerah Aceh untuk menampung dan membantu 84 orang kaum Rohingya yang baru tiba.

“Wakil Gubernur Aceh mengatakan kalau mereka datang ke Aceh kami akan membantu mereka, kami yakin pada martabat manusia dan hal seperti itu. Jadi memang pemerintah dan penduduk setempat sangat luar biasa,” kata Khokhar.


(VOA/CN34/SM Network)