• KANAL BERITA

UPGRIS Terapkan PIN pada Lulusannya

Rektor UPGRIS Muhdi memindahkan tali toga salah satu peserta wisuda ke 61 di Balairung kampus tersebut, Senin (6/5). (suaramerdeka.com/Arie Widiarto)
Rektor UPGRIS Muhdi memindahkan tali toga salah satu peserta wisuda ke 61 di Balairung kampus tersebut, Senin (6/5). (suaramerdeka.com/Arie Widiarto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mulai menerapkan perberlakuan sistem Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan  Sistem Informasi Verifikasi Ijazah Elektronik (SIVIL) bagi lulusannya. Hal ini sesuai dengan imbauan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang meminta perguruan tinggi menerapkan PIN paling lambat Mei 2018.

''Dengan sistem PIN ini, maka seluruh ijazah yang dikeluarkan oleh UPGRIS sudah memiliki nomor seri yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti. Dengan memenuhi ketentuan tersebut, lulusan kami dapat telah memenuhi kredibilitas baik karena sudah diverifikasi konsistensinya dengan riwayat proses pendidikan di perguruan tinggi dan pemenuhan atas standar nasional pendidikan tinggi,'' ungkap Rektor UPGRIS, Dr Muhdi SH Mhum, di sela-sela wisuda ke 61 di Balairung UPGRIS, Semarang, Senin (7/5).

Dalam acara kali ini UPGRIS mewisuda sebanyak 485 mahasiswa dari 15 program studi.

Muhdi menjelaskan, pemberlakuan sistem PIN ini memudahkan penelusuran ijazah, serta mempersempit ruang gerak pemalsuan ijazah. Selain itu, lulusan tidak perlu melakukan legalisasi lagi karena nomor ijazah sudah terdaftar secara online di Kemenristekdikti.

''Oleh Kemenristekdikti, PIN ini untuk memudahkan pendataan dan analisis statistik lulusan perguruan tinggi di Tanah Air,'' jelasnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Muhdi menyatakan, menghadapi era disrupsi seperti saat ini tantangan dunia kerja akan terus berkembang. Untuk itu, maka para lulusan selain harus terus mengembangkan hard skills atau keahlian teknis juga harus didukung oleh soft skill.

''Soft skill ini adalah kemampuan interaksi sosial terutama soal integritas atau karakter, kemampuan komunikasi dan kerja sama dalam sebuah tim,'' jelas Muhdi.

Sementara itu, para lulusan juga sudah dibekali dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang  akan sangat berguna di pasar kerja. ''Sebab sekarang ditanyakan oleh pemberi kerja adalah, apa keterampilan yang dimiliki selain prestasi akademik,'' jelas Muhdi.

Oleh sebab itu, lanjut dia, dalam rangka mengembangkan kemampuan keterampilan tersebut, UPGRIS membuka Lembaga Sertifikasi Profesi 1 (LSP 1) dengan 11 skema. Skema tersebut antara lain Instruktur Junior, Perancangan Pembelajaran Inovatif, Junior Administrasive Assistant, Bahasa lnggris untuk house keeper, Kepenyiaran, Junior Web Programer, Pengawasan Kinerja Tenaga Kerja, Kultur Jaringan, Pelaksana Budidaya Anggrek dan  Penentuan Jenis Produk Usaha. 

''Untuk guru dan insinyur juga ada kewajiban sertifikasi, di mana untuk guru dengan mengikuti PPG, sedang untuk sarjana teknik dengan SPI yang bebrapa jenis keahlian seperti arsitek sudah berjalan,'' jelasnya.


(Arie Widiarto/CN40/SM Network)