• KANAL BERITA

Daarul Quran Fasilitasi Belajar Mengaji

Program Quran Call Jadi Andalan

foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung
foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung

UNGARAN, suaramerdeka.com - Seluruh santri Pesantren Tahfizh Daarul Quran, berkomitmen akan memfasilitasi masyarakat untuk belajar mengaji. Keterangan tersebut disampaikan Ketua II Daarul Quran Direktorat Sosial dan Sumber Daya, H Anwar Sani SSos ketika menghadiri Wisuda Angkatan ke-3 Santri Pesantren Tahfizh Daarul Quran Ungaran Tahun Ajaran 2017/2018 di The Wujil Resort & Conventions Ungaran, Senin (7/5).

Melalui Program Quran Call, pihaknya yakin bisa memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat kapan dan dari mana saja. Pola tadi diberikan Pesantren Tahfizh Daarul Quran dengan dukungan hafidz dan hafidzah yang sebagian besar merupakan santri di pesantren yang didirikan oleh Ustad Yusuf Mansur tersebut.

“Dari mana pun, siapa pun bisa mengakses nomor telepon bebas pulsa 08001500311. Pelayanan program ini mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB, dan data terakhir santri Quran Call tercatat ada lebih kurang 43.000 orang,” jelasnya.

Lantas siapa yang membayar? H Anwar Sani menjawab, seluruhnya dibayar oleh donatur yang peduli dengan Pesantren Tahfizh Daarul Quran. “Ini yang disebut Gerbong Dakwah Daarul Quran, maka ini menjadi tanggungjawab kita semua,” imbuh dia.

Selain wali santri, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, M Natsir. Dalam sambutannya, mewakili Pemkab Semarang dirinya mengapresiasi peran Pesantren Tahfizh Daarul Quran Ungaran dalam mewujudkan generasi muda yang berakhlak mulia.

“Anak betul-betul tidak hanya cerdas, tetapi berakhlak mulia. Ini sangat membantu masyarakat Kabupaten Semarang,” tuturnya.

Terlepas dari itu Disdikbudpora Kabupaten Semarang, menurut M Natsir sejauh ini tengah merumuskan pola untuk menyikapi permasalahan yang muncul di dunia pendidikan. Pihaknya menyebutkan, pola boarding school atau sistem sekolah dengan asrama saat ini dinilai sangat membantu dalam menyelamatkan generasi muda dari sejumlah permasalahan.

“Kelebihannya apa? Tentu anak lebih terpantau. Dengan pendidikan karakter yang jelas, anak bakal memahami waktu kapan harus sekolah, mengaji, dan kapan waktu belajar,” paparnya. 


 


(Ranin Agung/CN40/SM Network)