• KANAL BERITA

PDAM Maksimalkan IPA Kaligarang

foto: istimewa
foto: istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah timur, PDAM Tirta Moedal memaksimalkan peran Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kaligarang. Beberapa saluran yang sebelumnya disuplai dari IPA Kudu, mendapatkan suplai dari IPA  Kaligarang. Sejak Minggu (6/5) malam, IPA Kaligarang mensuplai air sebanyak 270 liter/detik. Air tersebut dialirkan ke permukiman di daerah pleret Banjirkanal Barat (Jl Basudewo), kemudian di Jl Brotojoyo (Semarang Utara), hingga ke perumahan Tanah Mas (Semarang Utara). 

''Produksi IPA Kaligarang dengan total 1.077 liter/detik masih aman untuk mengairi warga. Karenanya sebagian di antaranya, yakni 270 liter/detik diarahkan ke aliran yang sebelumnya disuplai dari IPA Kudu,'' ujar Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi PDAM Tirta Moedal, Joko Sancoyo. 

Dia menambahkan, dulu sebelum ada IPA Kudu, daerah tersebut dialiri air dari IPA Kaligarang. Karenanya, saat ini sudah menghidupkan lagi jaringan lama tersebut. Suplai melewati reservoir di Tirta Gajahmungkur, baru kemudian ke Semarang Selatan dan Semarang Utara. 

Langkah lain yang dilakukan, yakni mengambil air baku dari aliran Dampo Sayung menggunakan pompa sebanyak 100 liter/detik yang dialirkan ke IPA Kudu. Kemudian menyedot air baku dari aliran Gubug, Grobogan sebesar 300 liter/detik. Penyedotak akan dilakukan 24 jam untuk memenuhi produksi air IPA Kudu. 

''Agar IPA Kudu bisa berproduksi dengan normal, butuh suplai air baku sebanyak 900-1.000 liter/detik. Saat ini Waduk Klambu yang biasa menjadi sumber air hanya bisa mensuplai sebanyak 300 liter/detik. Karenanya, kami mengambil sumber air alternatif, dengan total 700 liter/detik,'' ungkapnya. 

Tangki Air

PJs Dirut PDAM Tirta Moedal, M Farchan menambahkan, pengiriman mobil tangki air terus dilakukan. Sebanyak delapan mobil tangki dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah timur. Satu harinya, setiap mobil dengan kapasitas 5.000 liter delapan kali mengirim air. 

Namun demikian, M Farchan mengatakan, hal itu masih dirasa kurang. Karenanya pihaknya akan menambah 10 mobil tangki lain yang dipinjam dari pihak swasta maupun PDAM sekitar, seperti PDAM Kabupaten Semarang, dan PDAM Kabupaten Kendal. Saat ini masih tahap negosiasi. 

''Pengambilan air untuk mobil tangki dibagi menjadi tiga tempat untuk memperpendek jarak. Pertama ada di reservoir Kedungmundu, kemudian dari Bak Pelepas Tekanan (BPT) Gombel, dan dari bak penampungan yang berada di PDAM Kelud,'' ungkapnya. 

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, sebagai penanggungjawab proyek perbaikan dan pelebaran instalasi Waduk Kedungombo. Kemudian kepada PT Jasa Tirta sebagai pengelola air baku yang menyuplai ke IPA Kudu. 

''PDAM sudah berusaha mengupayakan air bersih kepada warga. Namun memang suplai air ke IPA Kudu kurang, sehingga produksi pun tidak bisa maksimal. Berbagai upaya akan terus kami lakukan agar seluruh masyarakat bisa mendapatkan air bersih,'' tambah M Farchan. 


(Hendra Setiawan/CN40/SM Network)