• KANAL BERITA

Warga Berharap Tarif Tol Soker Terjangkau

Gerbang Tol Soker IC Sragen yang ada di kawasan Pungkruk saat malam hari. Ruas Tol Soker menunggu waktu beroperasi dalam waktu dekat ini. (suaramerdeka.com/Basuni H)
Gerbang Tol Soker IC Sragen yang ada di kawasan Pungkruk saat malam hari. Ruas Tol Soker menunggu waktu beroperasi dalam waktu dekat ini. (suaramerdeka.com/Basuni H)

SRAGEN, suaramerdeka.com - Ruas tol Solo-Kertosono (Soker) tidak lama lagi akan dibuka. Masyarakat berharap ruas tol Soker beroperasi dengan tarif terjangkau. Keberadaan ruas tol Soker yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa dinilai bisa mempercepat perjalanan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, begitu pula sebaliknya.

Kuncoro, warga Salatiga mengatakan, berharap agar ruas tol Soker bisa beroperasi. Tidak hanya itu saja, dia juga menginginkan agar ruas tol tersebut bisa terhubung tanpa terputus, mulai dari tol Semarang-Solo hingga tol Soker.

‘’Kalau ruas tol bisa terhubung tanpa putus, menambah nyaman dan cepat perjalanan ke Jawa Timur dan juga sebaliknya,’’ kata dia.

Senada, Nugroho, warga Gondangrejo, Karanganyar berharap ruas tol Soker bisa beroperasi, bukan hanya Kartasura-Sragen tetapi sampai ke Jawa Timur.

Yang utama, dia berharap agar tarif tol Soker tidak terlalu mahal, karena itu bisa menjadi daya tarik bagi masyarakarat yang ingin melintas. ‘’Kalau tarifnya terjangkau, pasti banyak yang memilih untuk masuk dan lewat tol daripada jalan biasa, sebab jauh lebih cepat dan lancar,’’ katanya.

Dia telah acapkali lewat di ruas tol Soker, saat masih dalam tahap pembangunan. Ternyata memang, jauh lebih cepat lewat tol daripada jalan biasa. Pasalnya, jalan umum penghubung Solo-Surabaya sudah padat oleh kendaraan, mulai dari motor hingga bus dan kendaraan berat, seperti tronton dan trailer.

Sementara itu Direktur Jasamarga Solo Ngawi David Wijayatno mengatakan, untuk besaran tarif tol Soker ada penetapan pemerintah. Tapi sampai sekarang, untuk penetapan itu belum ada. Biasanya nanti setelah uji laik fungsi selesai, lalu ada sertifikat uji laik fungsi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dan dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdar) dan kepolisian.

Menteri PUPR akan menetapkan sebagai jalan tol dan sekaligus tarifnya. ‘’Kami juga masih menunggu penetapan dari pemerintah,’’ tandasnya.

Selain itu, biasanya setelah uji laik fungsi, ada pengujian dilewati sebagai jalan tol, seperti ruas tol Semarang-Salatiga.

Meski hingga saat ini masih ada berbagai pekerjaan fisik, seperti di kawasan rest area, tetapi penyempurnaan itu bisa menyusul. Saat pengoperasian, rest area bisa dilakukan secara minimalis terlebih dahulu. ‘’Untuk beroperasi tinggal waktunya saja. Ruas tol Soker siap beroperasi dalam waktu dekat ini,’’ tandasnya.

David juga mengungkapkan, untuk penerangan jalan, hanya ada di lokasi-lokasi rawan. Seperti di kawasan rest area, di simpang susun, di gerbang tol. Sepanjang ruas tol tidak perlu ada lampu penerangan jalan, sebab sudah dilengkapi dengn reflector yang bekerja pada malam hari.


(Basuni Hariwoto/CN40/SM Network)