• KANAL BERITA

Pasar Jadi Sasaran Sosialisasi

Antisipasi Kebakaran

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

UNGARAN, suaramerdeka.com - Satpol PP dan Pemadam Kebakaran bersama Diskumperindag Kabupaten Semarang mulai pekan ini akan menggelar sosialisasi dan pelatihan penanganan kebakaran. Kegiatan itu, akan melibatkan seluruh pengurus pasar tradisional  termasuk pedagang sebagai antisipasi kebakaran pasar.

“Sasarannya pengurus dan pedagang pasar supaya tahu bagaimana cara antisipasi kebakaran,” kata Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, Tajudinor, Senin (7/5).

Jika ada sambungan listrik di pasar tradisional yang dibuat sendiri oleh pedagang, hal itu menurut dia akan menjadi ranah petugas PLN untuk menertibkan. Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, sebatas mencermati. Apabila menemukan sambungan listrik yang tidak standar dan terkesan semrawut maka akan dilaporkan ke PLN. “Kalau kami yang sweping kan salah, karena itu bukan ranahnya Satpol PP. Kami sebatas memberikan sosialisasi dan pemahaman saja,” ujarnya.

Sebagai antisipasi terjadinya kebakaran, pihaknya juga terus memberikan masukan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pasar, sekolah, dan masyarakat umum untuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR). Satu instansi, diharapkan harus punya APAR lebih dari satu unit. Disamping itu, perlu juga pemahaman tentang cara pakai dan masa berlaku APAR supaya bisa berfungsi maksimal ketika ada kejadian kebakaran. “Penggunaan APAR pun menjadi salah satu materi pelatihan penanganan kebakaran di pasar tradisional besok itu,” jelasnya.

Kaitannya dengan hidran di Kabupaten Semarang, Tajudinor mengakui, secara umum kondisinya menyulitkan bagi regu pemadam kebakaran. Beberapa lokasi hidran, tidak bisa maksimal digunakan untuk menyuplai air armada pemadam. Maka regu pemadam yang saat itu bertugas memadamkan kebakaran di suatu tempat harus menyedot air dari sungai maupun sumur milik warga. Artinya, belum semuanya memahami pentingnya fungsi hidran ketika terjadi kebakaran.

“Di perkotaan saja, kalau ada hidran PDAM dan instansi terkait tidak rela jika kami ambil airnya. Debit air juga kurang, ada juga hidran yang (aliran airnya-Red) dimatikan,” ucapnya.

Ketika disinggung antisipasi kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) Sampah Blondo, ia menambahkan, personel Satpol PP dan Pemadam Kebakaran telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang. Koordinasi diperlukan, untuk memperoleh informasi terkini tentang kondisi TPA Sampah Blondo.

Masyarakat yang mengetahui kebakaran di Kabupaten Semarang, dapat menghubungi Posko Pemadam Ungaran, Ambarawa, Bringin, dan Posko Pemadam Tengaran. Dengan mengakses nomor telepon (024) 6921413 (Posko Ungaran), (0298) 594266 (Posko Ambarawa), dan (0298) 3404011 (Posko Tengaran).

“Kebakaran rata-rata disebabkan listrik dan dapur yang ditinggal tanpa mengawasan. Saya sudah instruksikan agar seluruh alat komunikasi di posko pemadam disiagakan, sehingga petugas lebih sigap daripada sebelumnya,” tandas Tajudinor. 


(Ranin Agung/CN40/SM Network)