• KANAL BERITA

Jalur Utama Wonosobo-Purworejo Terancam Putus

Sejumlah pengendara melintas bergantian akibat kondisi jalan penghubung Wonosobo-Purworejo mengalami longsor di kilometer 20, Dusun Gedangan, Desa Pecekelan, Kecamartan Sapuran, Wonosobo, Minggu (6/5) lalu. (Foto: suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Sejumlah pengendara melintas bergantian akibat kondisi jalan penghubung Wonosobo-Purworejo mengalami longsor di kilometer 20, Dusun Gedangan, Desa Pecekelan, Kecamartan Sapuran, Wonosobo, Minggu (6/5) lalu. (Foto: suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Bahu jalan raya provinsi yang menghubungkan Wonosobo-Purworejo di kilometer 20, tepatnya di Dusun Gedangan, Desa Pecekelan, Kecamartan Sapuran, Wonosobo, mengalami longsor, Minggu (6/5) lalu. Lebar bahu jalan yang longsor sekitar 12 meter dan ketinggian sekitar 5 meter, disebabkan tanah tergerus air akibat pipa milik PDAM sepanjang 3 meter pecah dan bocor.

Salah satu warga setempat, Baino menjelaskan, kebocoran pipa PDAM yang mengikis pinggiran jalur utama Wonosobo-Purworejo hingga tanah longsor terjadi Minggu, sekitar pukul 08.00.

"Waktu itu, tiba-tiba tanah mengalami longsor. Saat kita lihat, ternyata ada pipa milik PDAM yang mengalami bocor cukup panjang, sehingga menggerus bahu jalan hingga longsor," ujar dia.

Menurut dia, tanah yang longsor panjangnya mencapai sekitar 12 meter dan kedalaman sekitar 5 meter. Pada bagian badan jalan juga sedikit terkikis, lantaran longsor tersebut.

"Pipa PDAM yang bocor di dalam areal itu, sebetulnya sudah terjadi sejak beberapa hari lalu, karena tanah mengalami retak-retak. Warga sudah melaporkan kebocoran pipa ke pihak PDAM, namun belum ada tindakan, hingga akhirnya longsor," bebernya.

Atas kejadian longsor tersebut, para pengendara yang melintas harus lebih hati-hati. Kondisi jalan terancam mengalami longsor karena, kondisi air PDAM masih terus mengalir dan berpotensi mengikis badan jalan. 

Komandan Koramil 08/Sapuran, Kapten Infanteri Iwan Nafarin menyebutkan, tanah longsor selain menyebabkan bahu jalan longsor juga menyebabkan tanah pekarangan Suhendro (41) warga RT 08 RW 06 Dusun Gedangan Desa Pecekelan rusak. Kondisi tanah longsor diduga karena kebocoran pipa milik PDAM yang pecah sepanjang 3 m.

 "Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di jalan provinsi itu sedikit tersendat. Karena pengendara yang melintas di jalan penghubung dua kabupaten tersebut harus berjalan bergantian," beber dia. 


(M Abdul Rohman/CN41/SM Network)

Loading...
Komentar