• KANAL BERITA

Kiriman Ekstasi via Pos Digagalkan

Foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi
Foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com - Upaya penyelundupan sekitar hampir 2.000 ekstasi dengan memanfaatkan jasa kiriman Pos berhasil digagalkan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandung. 

Modus jasa kiriman pos itu cenderung meningkat karena ini adalah upaya ketiga yang dilakukan dalam empat bulan terakhir dari total 10 kasus penyelundupan yang berhasil dipatahkan petugas Bea dan Cukai.

"Jenis narkoba yang diselundupkan jenis golongan I, ekstasi. Jumlahnya 1.953 butir. Barang terlarang ini diketahui setelah petugas menemukan anomali sebuah paket," kata Kepala Kanwil Bea Cukai Jabar, Saifullah Nasution di Bandung, Senin (7/5).

Paket kiriman itu terendus saat dilakukan pemeriksaan x-ray atas paket dari Bangladesh di Kantor Pos Mail Processing Centre Bandung, Senin (2/5). Perlu waktu bagi petugas untuk memastikan temuan itu merupakan barang terlarang termasuk uji lab.

Untuk menyamarkan isi kiriman, paket ekstasi yang ditujukan ke F, yang beralamat di Bandung tersebut disatukan dengan mainan mobil-mobilan dan sayur-sayuran. Setelah dibongkar, diketahui sejumlah tablet berwarna merah dan abu-abu.

"Hasil uji lab, barang itu teridentifikasi sebagai methylenedioxy-methylamphetamin atau ekstasi. Nilai barangnya mencapai Rp 781 juta. Kalau sampai lolos, ekstasi ini bisa dikonsumsi 3.906 orang karena satu butir bisa dikonsumsi dua orang," kata Saifullah didampingi Kepala KPPBC Bandung, Onny Yuar Hanantyoko.

Atas kiriman tersebut, seorang tersangka diamankan. Petugas kepolisian masih mengembangkan kasusnya. Tersangka terancam hukuman pidana maksimal 20 tahun hingga seumur hidup.

Menyusul frekuensi kiriman pos yang cenderung meningkat, modus ini sesungguhnya konvensional, Saifullah menginstruksikan anak buahnya untuk memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk pengiriman.

"Para penyelundup tampaknya bukan coba-coba lagi, 4  bulan ada 10 percobaan sebagian via pos. Mereka punya kontra intelejen, mencoba titik lemah kita, tapi kita pastikan siap menghadapinya di lapangan," katanya.


(Setiawan Hendra Kelana/CN41/SM Network)