• KANAL BERITA

43 Warga Terdampak NYIA Terima Rumah Gratis

MENGECEK: Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, bersama Dirut PT Angkasa Pura I, dan warga mengecek kondisi rumah relokasi gratis setelah penyerahan di Desa Kedundang, Temon, Kulonprogo, Senin (7/5). (Foto: suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
MENGECEK: Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, bersama Dirut PT Angkasa Pura I, dan warga mengecek kondisi rumah relokasi gratis setelah penyerahan di Desa Kedundang, Temon, Kulonprogo, Senin (7/5). (Foto: suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Sebanyak 43 warga terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) dari Desa Glagah dan Palihan, Kecamatan Temon, menerima penyerahan rumah relokasi gratis dari Pemkab Kulonprogo, Senin (7/5).

Warga penerima rumah gratis tersebut merupakan warga terdampak yang tidak mampu dan uang ganti ruginya tidak cukup untuk membeli tanah relokasi di tanah kas desa maupun untuk membangun rumah kembali. Rumah relokasi gratis itu dibangun di tanah Paku Alam Ground (PAG) di Desa Kedundang, Kecamatan Temon dan diserahkan kepada warga dengan sistem magersari.

Penyerahan rumah relokasi itu dilakukan dengan penyerahan kunci kepada 43 warga terdampak di Balai Desa Kedundang. Penyerahan kunci secara simbolis dilakukan Bupati Hasto Wardoyo.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Sukoco mengatakan, rumah relokasi tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sukoco menyebut, rumah dibangun sebanyak 50 unit dengan tipe 36. Dari proses verifikasi, warga terdampak yang berhak menempati sebanyak 43 keluarga (KK) terdiri dari 27 KK dari Desa Palihan dan 16 KK dari desa Glagah. Dua rumah lainnya diserahkan kepada dua orang yang sebelumnya mengelola tanah PAG di Kedundang tersebut.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, penyerahan rumah relokasi gratis itu untuk merealisasikan permintaan warga terdampak yang sempat melakukan demonstrasi menginap di halaman Pemkab meminta rumah dan tanah gratis. Menindaklanjuti permintaan itu, pihaknya kemudian meminta ke Paku Alam dan diberi izin untuk menggunakan tanah PAG di Kaligintung.

“Tapi ternyata tanahnya ada masalah administratif, kemudian dapat (PAG )di Kedundang. Kemudian kami mengusulkan (bantuan) 100 rumah ke Kementerian PUPR sesuai yang diminta warga dan disetujui,” katanya.

Salah satu warga, Pawirodiharjo (91), mengaku senang menerima rumah relokasi gratis tersebut. 

 


(Panuju Triangga/CN41/SM Network)