• KANAL BERITA

Sertifikasi Molor, Guru Madrasah di Rembang Kelimpungan

BELUM CAIR : Tunjangan sertifikasi bagi guru PNS dan non-PNS yang terorganisir di bawah Kantor Kemenag Kabupaten Rembang sampai pekan pertama Mei 2018 ini belum juga cair. (Foto: suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
BELUM CAIR : Tunjangan sertifikasi bagi guru PNS dan non-PNS yang terorganisir di bawah Kantor Kemenag Kabupaten Rembang sampai pekan pertama Mei 2018 ini belum juga cair. (Foto: suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Nasib tidak mengenakkan dialami oleh guru penerima tunjangan sertifikasi yang bernaung di bawah Kemenag Rembang. Pencairan tunjangan yang seharusnya diterimakan setiap triwulan sekali itu molor, dan sampai pekan pertama Mei ini tak kunjung cair.

Bahkan, sebagian guru non-PNS terpaksa menerima kenyataan pahit tidak gajian sejak Januari 2018. Pasalnya, beberapa madrasah tertentu menerapkan kebijakan tidak menggaji guru yang sudah tercatat menerima tunjangan sertifikasi.

Ketua Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Rembang, Mundhor mengungkapkan, tunjangan sertifikasi yang tidak cair berlaku pada semua tingkatan pendidikan, mulai Roudlatul Atfal (RA), Madrasah Ibditadiyah (MI), Madrasah Tsanawaiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA).

Biasanya, tunjangan untuk triwulan pertama setiap tahun sudah sudah dicairkan pada April. Sedangkan triwulan kedua cair pada sekitar Juli. “Harapannya ya cepat cair. Karena guru sertifikasi di madrasah swasta tidak boleh digaji oleh madrasah. Hanya mengharapkan tunjangan sertifikasi saja,” terang Mundhor.

Menurut Mundor, tunjangan sertifikasi yang belum cair bukan hanya guru swasta saja. Guru PNS yang mengajar di madrasah swasta sampai sekarang pun juga cair. Bedanya, mereka tetap bisa menerima gaji setiap bulan.

Pelaksana Sertifikasi Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Kemenag Rembang, Sri Farida menyatakan, belum cairnya tunjangan sertifikasi disebabkan oleh Petunjuk Teknis (Juknis) pencairan dari pusat telat sampai ke kabupaten.

Menurutnya, meskipun Juknis tersebut tertanggal 29 Desember 2017, namun kenyatannya baru diterima kabupaten pada Maret 2018.” Terkait tunjangan sertifikasi, praktis kami pelaksana dari Kemenag Rembang dalam bekerja berdasarkan Juknis,” kata dia.

Ia menyebutkan, guru di bawah naungan Kemenag Rembang yang terdata menerima tunjangan sertifikasi berjumlah 550 orang, mulai RA sampai MA. Akumulasi nilai tunjangan tersebut mencapai Rp 3.980.024.200,-. “Kalau lancar besok cair,” imbuhnya.


(Ilyas al-Musthofa/CN41/SM Network)