• KANAL BERITA

Residen Sardjito Diikutkan Kepesertaan BPJS-TK

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Sekitar 300 dokter residen di RSUP Sardjito Yogyakarta saat ini tercatat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK). Angka kepesertaan ini hanya sebagian dari total Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di rumah sakit itu yang jumlahnya mencapai kurang lebih 1.300 residen.

Melihat manfaat yang cukup besar dari keikutsertaan dalam program tersebut, pihak RS Sardjito memiliki wacana mengharuskan setiap peserta didik untuk menjadi anggota BPJS-TK. Terlebih, residen rawan mengalami resiko kecelakaan kerja seperti tertusuk jarum bekas pasien atau pun kecelakaan lalu-lintas.

"Selain BPJS, tidak ada yang mau mencover penyakit akibat bekas suntikan pasien. Residen perlu diberi pendidikan tentang langkah yang perlu dilakukan jika mengalami insiden tertusuk jarum bekas, atau saat melakukan tindakan lain yang beresiko," kata Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Sardjito, drg Rini Sunaring Putri dalam acara sosialisasi kepesertaan BPJS-TK untuk PPDS di ruang pertemuan Instalasi Rawat Jalan, Senin (7/5).

Sardjito diketahui merupakan satu-satunya rumah sakit yang menerapkan kerjasama ini. Penandatanganan MoU dengan BPJS-TK telah dilakukan sejak tahun 2013. Namun ternyata masih banyak residen yang belum paham tentang program khusus ini. 

Selama ini, pembayaran iuran dilakukan dengan sistem bayar sendiri namun masih banyak dijumpai hambatan. Karena itu agar lebih tertib, nantinya pembayaran akan dimasukkan dalam uang kuliah tunggal. Adapun besarannya Rp 589.680 per semeter mencakup program jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua.

Menurut Kepala BPJS Cabang Yogyakarta Ainul Kholid, perlindungan terhadap residen ini diberikan karena aktivitas mereka mengandung resiko kecelakaan kerja. "Mengacu undang-undang, dokter residen harus ada proteksi," kata Ainul.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyerahkan manfaat program BPJS-TK berupa jaminan kematian sebesar Rp 24 juta kepada ahli waris dr Bayu Ariyanto


(Amelia Hapsari/CN41/SM Network)