• KANAL BERITA

12 Tahun TKI Asal Brebes Tak Bisa Pulang Kampung

TUNJUKAN FOTO : Baedah (58), menunjukan foto anaknya Encih Pratiwi (33), TKI Asal Brebes yang sudah 12 tahun tidak bisa pulang dari Arab Saudi. (Foto: suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)
TUNJUKAN FOTO : Baedah (58), menunjukan foto anaknya Encih Pratiwi (33), TKI Asal Brebes yang sudah 12 tahun tidak bisa pulang dari Arab Saudi. (Foto: suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)

BREBES, suaramerdeka.com - Encih Pratiwi (33), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal RT 03 RW 03 Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, dilaporkan sudah 12 tahun tidak bisa pulang ke kampung halamannya. Ia juga belum menerima hak gajinya secara utuh dari majikan. Kondisi tersebut membuat keluarganya kebingungan.

Senin (7/5), orang tuanya Baedah (58) dan kakak iparnya Tri Apriyanto, mendatangi Kantor Bupati Brebes di Jalan P Diponegoro Brebes. Mereka datang didampingi aktivis TKI untuk mengadukan persoalan tersebut ke Bupati Brebes Idza Priyanti.

Namun sayang, harapan untuk mengadukan nasib anaknya ke Bupati itu belum bisa terwujud. Sebab, Bupati Brebes tenyata tidak ada di kantornya karena sedang bertugas di luar kota. Ia hanya bisa menghubungi bupati via telepon.

"Saya ke sini (Kantor Bupati Brebes-red), ingin ketemu Bupati. Saya ingin minta bantuan agar anak saya ini bisa dipulangkan dari Arab Saudi. Anak saya sudah 12 tahun bekerja di Arab Saudi tapi tak bisa pulang-pulang," ungkap Baedah (58), orang tua Encih Pratiwi dengan muka sedih, saat ditemui di ruang tunggu Kantor Bupati Brebes.

Tri Aprianto, Kakak ipar Ecih Pratiwi mengungkapkan, adik iparnya itu berangkat ke Arab Saudi sejak tahun 2006 lalu. Ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kota Al-Gassem dengan majikan Muhammad AlMuzaeni. Adik iparnya berangkat melalui PT Bouhsan Labrindo Jakarta dengan sponsor Subono, yang keberadaannya di Cirebon Jawa Barat.

"Permasalahan muncul di 2008 lalu. Saat itu, adik ipar saya sakit dan meminta kepada majikan untuk pulang ke Indonesia. Di sisi lain, kontrak kerja juga telah habis. Namun majikan menahan agar tidak pulang, dengan alasan akan dipulangkan setelah diberangkatkan haji," ungkapnya.

Setiap kali adik iparnya minta dipulangkan, lanjut dia, majikan hanya memberikan janji dua bulan lagi akan dipulangkan. Selain itu, setelah tahun ketiga bekerja, gajinya juga tidak diberikan.

Lantaran khawatir dengan kondisi Encih Pratiwi yang tidak bisa pulang kampung itu, pada 2010 lalu keluarga melaporkan permasalahan tersebut ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Brebes. Atas laporan itu, Dinas Tenaga Kerja juga telah menyurati BNP2TKI dengan nomor surat 560/2674/XII/2010. 

Ia berharap, Bupati Brebes bisa membantu untuk pemulangan adik iparnya tersebut. Apalagi saat berkomunikasi melalui telepon Bupati bersedia membantu dengan catatan data mengenai adik iparnya segera dikirim ke Pemkab Brebes. 


(Bayu Setiawan/CN41/SM Network)