• KANAL BERITA

Pelebaran Jembatan Grogolan Pekalongan Terhambat Tiang Listrik

Akses Vital Jalur Pantura

MULAI DIBONGKAR : Pekerja pelebaran Jembatan Grogolan dari Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Jateng, mulai membongkar kawasan Jembatan Grogolan dengan alat berat, Senin (7/5). Namun demikian, pembongkaran masih terkendala adanya tiang milik PLN yang belum direlokasi. (Foto suaramerdeka.com/Kuswandi)
MULAI DIBONGKAR : Pekerja pelebaran Jembatan Grogolan dari Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Jateng, mulai membongkar kawasan Jembatan Grogolan dengan alat berat, Senin (7/5). Namun demikian, pembongkaran masih terkendala adanya tiang milik PLN yang belum direlokasi. (Foto suaramerdeka.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Pembangunan pelebaran Jembatan Grogolan di Jalur Pantura Kota Pekalongan terhambat tiang listrik milik PLN yang sampai sekarang belum dibongkar. Padahal, rencana pembangunannya sudah disosialisasikan sejak November 2017 lalu. 

Tetapi kenyataannya, hingga kini tiang listrik itu juga belum dipindahkan. Jembatan tersebut merupakan akses vital di Jalur Pantura, sehingga dilakukan pelebaran untuk mengurangi kemacetan kendaraan yang selama ini kerap menumpuk di ruas jembatan tersebut.

Kaur Tata Usaha PPK Jembatan Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Jateng, Lindung Simbolon, kepada <I>suaramerdeka<P>  menjelaskan, pembangunan pelebaran Jembatan Grogolan sudah mulai dilakukan pembongkaran sejak beberapa waktu lalu, namun demikian pekerjaan tidak bisa berjalan lancar karena tiang listrik milik PLN belum dipindahkan. 

"Sejak enam bulan yang lalu sudah ada rapat sosialisasi sekaligus pemberitahuan, tetapi hingga sekarang tiang listrik belum dibongkar.  Akibatnya, kita tidak bisa bekerja di area inti. Itu karena ada empat tiang yang posisinya berdekatan dengan area inti pembongkaran. Termasuk, untuk memancang paku bumi juga belum bisa," terang Lindung Simbolon, tadi siang.  

Pihaknya menyatakan, selama ini sudah melakukan upaya persuasif, dengan langkah-langkah prosedural. Akibat kendala dimaksud, kata dia, pekerjaan pembongkaran jembatan sudah minus 25 persen akibat tiang listrik yang belum direlokasi. Itu  karena sejak 29 Januari 2018 lalu kontrak pekerjaan sudah mulai berjalan. 

"Di bulan Januari-Februari, memang belum melakukan pekerjaan inti. Oleh sebab itu, sebetulnya sejak November 2017 masih ada waktu untuk relokasi tiang listrik,  akan tetapi sampai sekarang justru belum juga direlokasi tiangnya, padahal sejak April-Mei kita sudah mulai memasuki  pekerjaan inti," tegas Simbolon dengan menambahkan ada sembilan titik tiang listrik yang harus direlokasi.

Terpisah, Humas PLN Area Pekalongan, Yusfika Framisty ketika dikonfirmasi suaramerdeka.com tadi siang menyatakan, secara teknis pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Binamarga terkait titik tanam tiang baru karena di lapangan ada beberapa bangunan yang terkena. 

Bahkan, kata dia, telah melakukan komunikasi sekaligus konsultasi dengan Pemkot Pekalongan. Menurutnya, pihak Pemkot Pekalongan telah memberikan arahan kepada PLN agar pelaksanaan pekerjaan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang sedang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), mengingat pelaksanaan pekerjaan listrik dipadamkan untuk keselamatan petugas maupun warga. 

"Pada prinsipnya PT PLN siap merelokasi dan mendukung pemerintah, dalam hal ini Pemkot Pekalongan dan Binamarga, apalagi UNBK saat ini semua tingkatan sudah selesai," terang Yusfika.


(Kuswandi/CN19/SM Network)