• KANAL BERITA

Peristiwa Sastra Perlu Legitimasi yang Jelas

Para juara LBS PBS 2018/2019. Berdiri dari kanan ke kiri adalah urutan juaranya. (Foto suaramerdeka.com/Bambang Isti)
Para juara LBS PBS 2018/2019. Berdiri dari kanan ke kiri adalah urutan juaranya. (Foto suaramerdeka.com/Bambang Isti)

KUDUS, suaramerdeka.com - Sebuah petistiwa sastra seperti kompetisi membaca puisi di mana pun tampaknya tetap perlu legitmasi yang jelas. 

"Karena yang terjadi selama ini acara lomba-lomba baca sajak seperti itu hanya berhenti di lingkup tertentu, misalnya di sebuah intitusi, seperti sekolah atau perguruan tinggi dan tidak ada kelanjutannya. Maka kami memulai dengan sebuah penyelengaraan yang benar-benat terbuka dan berjenjang," kata DR Bambang Sadono SH MH, penyair dan pegiat sastra.

Bambang Sadono yang juga anggota DPD-RI mengatakan hal itu saat membuka acara Lomba Baca Sajak Piala Bambang Sadono 2018/2019 (LBS PBS) putaran ke enam di kampus UMK, Kudus, Minggu (6/6).
 
Lebih dari 100 peserta mengikuti LBS PBS, sehingga panitia setempat harus membaginya dalam dua ruang  perlombaan. LBS PBS 2018/2019 peserta diwajibkan membacakan salah satu puisi dari buku kumpulan puisi Sumpah Setyaki karya Bambang Sadono. Penjurian di Kudus melibatkan sejumlah pelaku sastra dan jurnalis seperti Najib Kertapati Z, Agoes Dhewa, Budi Maryono, Mukti Sutarman SP, Bambang Iswanto, Dyah Setiwati. 

LBS PBS digelar di 35 kabupaten/kota se Jateng dalam babak seleksi. Mereka akan bersaing meraih tiket ke final tingkat Jateng pada Januari 2019 nanti yang akan digelar di Semarang. Sebelumnya seleksi telah dilakukan di Semarang, Grobogan, Brebes, Pati, Magelang.

Penyelengaraan di Kudus meloloskan Nanda Fatma (Juara I), Eka Retno (II), Maristya Cahya (III) dan juara harapan I,II, III masing-masing Bagus Santoso, Fella Lutfiyah, dan Choirun Nisa.

 


(Bambang Isti/CN19/SM Network)