• KANAL BERITA

Obat Herbal Bagi Odapus Diluncurkan

foto: Istimewa
foto: Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - BUMN farmasi, PT Kimia Farma (Persero) Tbk meluncurkan obat herbal bagi Orang dengan Lupus (Odapus), Lesikaf. Obat tersebut merupakan hasil penelitian bahan alam yang berpotensi sebagai komplemen terapi Lupus.

Penelitian itu merupakan sinergi antara Kimia Farma dan para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, dan Lembaga Swadaya Masyarakat nirlaba peduli Lupus Syamsi Dhuha Foundation sebagai inisiator.

Peluncuran produk tersebut dilakukan di Bandung, Minggu (6/5). Menurut Dirut Kimia Farma, Honesty Basyir, obat tersebut hadir dengan melakukan pemanfaatan cecendet atau ciplukan. 

"Obat herbal alternatif untuk Lupus ini bersifat meredakan, diharapkan dapat diakses oleh para Odapus di berbagai daerah di Indonesia,” katanya dalam keterangan yang diterima.

Dijelaskan, Lesikaf termasuk produk kategori jamu, obat tradisional dengan komposisi ekstrak cecendet atau ciplukan (physalis angulata Linn). 

Lesikaf telah melalui uji penelitian di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung serta uji klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran untuk mengetahui aspek keamanan dan khasiatnya. 

Lesikaf menjadi alternatif terapi Lupus yang relatif aman dan efektif, imbuhnya, lantaran hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan Lupus.

Lupus Eritematosus Sistemik (LES) atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dikenal sebagai penyakit “seribu wajah” merupakan inflamasi autoimun kronis yang belum jelas penyebabnya, dan memiliki sebaran gambaran klinis yang luas dan tampilan perjalanan penyakit yang beragam.

Jumlah penderita Lupus di Indonesia secara tepat belum diketahui. Hanya saja, mengutip data Kemenkes, jumlah kasus Lupus pada pasien rawat inap di Rumah Sakit di Indonesia pada 2014 hingga 2016 mengalami peningkatan, yakni sebanyak 1.169 kasus pada 2014, 1.336 kasus pada 2015, dan 2.166 kasus pada 2016. Diagnosi terhadap penyakit tersebut tak mudah dan cenderung kerap terlambat.


(Setiady Dwi/CN34/SM Network)