• KANAL BERITA

Hindari Gagal Panen, Gropyokan Basmi Hama Tikus

MENUNJUKKAN TANGKAPAN : Babinsa Koramil 10/Mojolaban menunjukkan tikus hasil gropyokan di  lahan pertanian di Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (6/5). (SM/Asep Abdullah)
MENUNJUKKAN TANGKAPAN : Babinsa Koramil 10/Mojolaban menunjukkan tikus hasil gropyokan di  lahan pertanian di Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (6/5). (SM/Asep Abdullah)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com – Puluhan ekor hama tikus ditangkap saat gropyokan yang dilakukan sejumlah elemen di lahan pertanian di Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (6/5).

Kepala Desa Bekonang, Joko Tayana menjelaskan, gropyokan yang dilakukan oleh pemerintah desa, gabungan kelompok tani (gapoktan), penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertan) dan Babinsa Koramil 10/Mojolaban itu, menyasar sejumlah lahan pertanian. Diantaranya lahan pertanian yang sebelumnya disinyalir terdapat banyak sarang tikus. “Ada puluhan ekor. Bahkan nyaris seratusan ekor yang berhasil dibasmi saat dilakukan gropyokan itu,” ungkap dia.

Menurut Joko, gropyokan sengaja dilakukan agar menghindari gagal panen karena serangan hama tikus yang mulai mewabah. Mengingat musim pancaroba dari penghujan ke kemarau, tikus mengalami perkembangan cukup signifikan. Untuk itu dengan adanya gropyokan, tidak hanya membasmi tikus saja. Tetapi menutup sarang tikus yang berada di tanggul pertanian.

“Sebelumnya sudah ada obat dari Dispertan. Ya agar lebih efektiv, maka dilakukan gropyokan dengan bantuan berbagai pihak,” akunya.

Dikatakan, ke depan gropyokan tikus tetap dilakukan. Mengingat di Desa Bekonang, sebagian besar merupakan petani. Apalagi pada bulan-bulan ini ada yang sebagian akan memanen padi, ada juga yang akan menanam kembali.

Selain itu, juga ada pembenahan tanggul lahan pertanian. Diantaranya dengan cara dibangun permanen agar tidak menjadi sarang tikus. “Setiap saat ada PPL dari Dispertan yang memantau lahan pertanian milik petani di desa kami. Petani lebih tenang didampingi,” kata dia.

Babinsa Koramil 10/Mojolaban, Serda Wuryanto mewakili Dandim 0726/Sukoharjo Letkol (Inf) Chandra Ariyadi Prakosa menjelaskan, pihaknya selama ini turut aktiv mendampingi para petani di Desa Bekonang dan desa lainnya. Bahkan saat gropyokan tikus ada sekitar 50 orang yang terlibat aktiv dalam gerakan pembasmian hama yang bisa merusak lahan pertanian. “Termasuk mengawasi saluran air hingga distribusi pupuk. Agar petani merasa tenang, sehingga panen meningkat,” harapnya. 


(Asep Abdullah/CN34/SM Network)