• KANAL BERITA

KPU Dekati Kelompok Marginal

KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan, membantu perwakilan sukarelawan sosialisasi di Kawasan Wisata Bandungan memakai rompi. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan, membantu perwakilan sukarelawan sosialisasi di Kawasan Wisata Bandungan memakai rompi. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sosialisasi Pilgub Jawa Tengah 2018 serta bahaya hoax tentang kepemiluan terus dilaksanakan KPU Kabupaten Semarang. Salah satunya dengan mendekati dan merangkul kelompok marginal di Kawasan Wisata Bandungan.

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan mengatakan, di Bandungan ada beberapa kelompok atau komunitas masyarakat. Di antaranya komunitas pariwisata, komunitas ibu kos, pemandu wisata, hingga PAM Swakarsa Bandungan.

“Tidak hanya informasi terkait Pilgub Jawa Tengah 2018, tetapi Pemilu serentak 2019, hingga pendidikan bagi pemilih juga kita berikan,” kata Guntur, didampingi Komisioner KPU Aris Mufid di Aula Rinosari Hotel, Lingkungan Junggul, Bandungan, kemarin.

Dirinya menyadari, Bandungan merupakan pusat berkumpulnya orang. Menyikapi hal itu, KPU Kabupaten Semarang kemudian memberikan rompi khusus kepada sukarelawan sosialisasi. Sukarelawan yang dimaksud, diharapkan bisa ikut memberikan informasi kepada warga yang belum paham tentang kepemiluan. Rompi yang sama, telah diberikan ke beberapa pedagang sayur, sopir angkutan, dan warga yang berprofesi sebagai penarik ojek.

“Kenapa kita sasar kelompok marginal? Karena mereka warga yang sama-sama mempunyai hak memberikan suara, kita mengenal istilah satu orang satu suara. Jadi tidak ada perbedaan perlakuan, mereka pun berhak dapat informasi dan sosialisasi,” jelasnya.

Kelompok marginal di Bandungan menurut Guntur juga berhak memilih pemimpin yang memperhatikan hak-hak layak hidup, perlindungan, dan pemimpin yang peduli terhadap kesehatan mereka. Sebagaimana diketahui, partisipasi pemilih di Kecamatan Bandungan ketika Pilgub Jawa Tengah 2013 telah menyentuh angka 66 persen.

“Tidak boleh dikucilkan, pemimpin-pemimpin itulah yang diharapkan bisa merespon kelompok marginal. Niatan kita, tidak sekadar menyukseskan Pilgub 2018 di Kabupaten Semarang saja, tetapi menyukseskan Pilgub 2018 di Jawa Tengah,” tandasnya.

Ketika Pilgub nanti, sebagian warga Jawa Tengah yang berdomisili di Bandungan memang tidak tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) Kecamatan Bandungan. Mengingat, mereka telah masuk pada DPT di daerah asal seperti keterangan tempat tinggal yang tertera dalam KTP elektronik mau pun surat keterangan bukti telah rekam data kependudukan.

“Informasi yang dihimpun, pendatang di Bandungan pada 27 Juni 2018 masih berada di daerah asal. Karena kita akui ketika Ramadan dan Idul Fitri (tempat hiburan-Red) di Bandungan libur. Artinya, mereka bakal memberikan hak suaranya di TPS dimana ia terdaftar,” tukas Guntur.


(Ranin Agung/CN40/SM Network)