• KANAL BERITA

Apresiasi Hari Buruh International, BPJS-TK Jamu Seluruh Peserta

Petugas BPJS-TK Cabang Ungaran berpakaian layaknya pekerja menyampaikan sosialisasi tentang mendaftar klaim secara online melalui portal www.bpjsketenagakerjaan.go.id, kemarin. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Petugas BPJS-TK Cabang Ungaran berpakaian layaknya pekerja menyampaikan sosialisasi tentang mendaftar klaim secara online melalui portal www.bpjsketenagakerjaan.go.id, kemarin. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - BPJS Ketenagakerjaan (TK) Cabang Ungaran menjamu seluruh peserta dengan menyediakan hidangan tradisional, jajan pasar, dan dawet ayu. Hal itu diberikan sebagai bentuk apresiasi dalam rangka Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei.

“Jamuan hidangan tradisional kita berikan tiga hari berturut-turut, mulai Rabu-Jumat (2-4/5) kepada seluruh peserta BPJS-TK yang datang ke kantor,” kata Kepala BPJS-TK Cabang Ungaran, Budi Santoso, melalui Kabid Pelayanan, M Reza Sahria, Minggu (6/5).

Selama tiga hari kemarin, seluruh petugas juga berpenampilan berbeda dengan hari biasa. Mereka diinstruksikan untuk mengenakan pakaian adat tradisional dan pakaian bertema pekerja. Kepada peserta BPJS-TK yang menunggu nomor antrean dipanggil, juga diberikan cinderamata berupa jam meja dan mug. Disediakan pula beraneka macam bingkisan bagi peserta yang bisa menjawab kuis dari petugas.

“Rangkaian peringatan May Day kita wujudkan dengan semangat memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu, edukasi kepada peserta yang rata-rata datang untuk mengambil klaim Jamintan Hari Tua (JHT) juga kembali disosialisasikan. Menyusul, rata-rata peserta tersebut keluar dari pekerjaannya padahal masih banyak yang usia produktif. Artinya, mereka tidak terlindungi lagi.

“Mereka masih memiliki hak kepesertaan, yakni dengan mendaftar menjadi peserta BPJS-TK kategori Bukan Penerima Upah (BPU). Kita akan terus dorong kesadaran peserta akan pentingnya perlindungan BPJS-TK, meskipun mereka sudah tidak bekerja di sektor formal,” jelas Reza. 


(Ranin Agung/CN40/SM Network)