• KANAL BERITA

Fasyankes Primer Jadi Ujung Tombak Pelayanan dan Penapis Rujukan

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Dalam menjalankan praktik profesi sebagai perawat, anggota PPNI akan senantiasa patuh kepada sumpah profesi, etika profesi, kewajiban dan hak profesi, tanggung jawab profesi, standar pelayanan profesi, dan peraturan perundang-undangan terkait profesi. Hal itu disampaikan Ketua DPD PPNI Wonosobo, Muhammad Fahrurozi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PPNI ke 44 di Aula Al A'la Universitas Sains Al Quran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo, kemarin.

"Kami tentu akan mendukung program pemerintah guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," beber dia.

Dia menambahkan, seiring semakin kompleknya masalah kesehatan di masyarakat, maka semakin dibutuhkan akses pelayanan kesehatan yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Maka di era jaminan kesehatan nasional (JKN), fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) primer menjadi ujung tombak pelayanan dan penapis rujukan. Sudah ada praktik keperawatan mandiri, sebagai salah satu fasyankes primer untuk dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

"Langkah yang dilakukan antara lain pemberian pelayanan kesehatan pasca hospitalisasi dan ke depannya diharapkan dapat menjadi jejaring dalam sistem JKN. Pemerintah mendukung praktik mandiri yang dilakukan perawat, namun pelaksanaan di masyarakat harus sesuai standarisasi profesi keperawatan dan mempermudah dalam pengurusan izin para perawat bisa melaksanakan praktik mandiri untuk membantu pemerintah ke arah preventif-promotif kesehatan," tandasnya. 

Perlu diketahui, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, Edy Wuryanto, meminta pengurus PPNI Wonosobo, terus meningkatkan mutu dan daya saing sumberdaya manusia (SDM) keperawatan agar unggul dan berkompeten. Hal yang dilakukan, yakni melalui pendidikan yang bermutu dan sistem kredensial yang kokoh. Selain itu, penting terus melakukan kerjasama strategis, sinergis dan berkelanjutan dengan para mitra. Penegasan itu disampaikan Edy, saat menjadi pemateri Seminar Nasional Keperawatan 'Solusi Menghadapi Masalah Legal Etik dan Advokasi Praktik Keperawatan', dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PPNI ke 44 di Aula Al A'la Universitas Sains Al Quran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo, kemarin.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)