• KANAL BERITA

Mutu dan Daya Saing Perawat Harus Ditingkatkan

Ketua DPW PPNI Jawa Tengah Edy Wuryanto menyerahkan SSIN kepada anggota PPNI Wonosobo sebelum Seminar Nasional Keperawatan 'Solusi Menghadapi Masalah Legal Etik dan Advokasi Praktik Keperawatan'. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Ketua DPW PPNI Jawa Tengah Edy Wuryanto menyerahkan SSIN kepada anggota PPNI Wonosobo sebelum Seminar Nasional Keperawatan 'Solusi Menghadapi Masalah Legal Etik dan Advokasi Praktik Keperawatan'. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, Edy Wuryanto, meminta pengurus PPNI Wonosobo, terus meningkatkan mutu dan daya saing sumberdaya manusia (SDM) keperawatan agar unggul dan berkompeten. Hal yang dilakukan, yakni melalui pendidikan yang bermutu dan sistem kredensial yang kokoh. Selain itu, penting terus melakukan kerjasama strategis, sinergis dan berkelanjutan dengan para mitra.

Penegasan itu disampaikan Edy, saat menjadi pemateri Seminar Nasional Keperawatan 'Solusi Menghadapi Masalah Legal Etik dan Advokasi Praktik Keperawatan', dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PPNI ke 44 di Aula Al A'la Universitas Sains Al Quran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo, kemarin. Hadir pula sebagai pemateri seminar Tim Badan Hukum dan Advokasi Perawat Indonesia (BBAHPI), Taadi, dan Praktisi Keperawatan Mandiri, Owner Klinik Fade Husada, Ferry Ali Setiyanto.

Menurut Edy, peningkatan mutu dan daya saing SDM keperawatan yang berkompeten, perlu dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan yang berkualitas. Untuk penguatan sistem kredensial yang kokoh, dilakukan melalui sistem sertifikasi keahlian, registrasi, dan lisensi untuk menjamin pelayanan yang bertanggung jawab dan bertanggung gugat. "Pengembangan mutu penelitian, evidance-based practice dan pengabdian masyarakat," ujar dia.

Hal itu guna menopang kualitas praktek keperawatan dan keselamatan pasien. Selain itu, perlu didukung pengembangan lingkungan praktek positif (positive practice environment) yang meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan kesejahteraan perawat. "Pengembangan model-model pelayanan asuhan keperawatan harus dilakukan inovatif, khususnya pengembangan kualitas praktek mandiri, home visit, home care dan keperawatan komunitas desa siaga yang dijamin BPJS," terangnya. 


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)