• KANAL BERITA

Disiapkan, Pembayaran Dana Anggota KSP Intidana

foto: istimewa
foto: istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana menyiapkan pengembalian dana sebesar Rp 598,7 miliar kepada 3.842 anggota. Pembayaran ini merupakan masuk dalam skema bayar keempat dan lima.  

Ketua Umum KSP Intidana, Budiman Gandi mengungkapkan, pembayaran ini seusai keputusan homologasi (Pengesahan hakim atas persetujuan antara debitor dan kreditor konkuren untuk mengakhiri kepailitan atau pailit), di mana KSP Intidana berkewajiban mengembalikan total Rp 650 miliar dana anggota yang berjumlah 24.851 Number Of Account (NOA). Proses penyelesaian dilakukan dalam lima tahap.

''Targetnya dalam jangka waktu lima tahun semuanya bisa diselesaikan,'' ungkap dia, di sela-sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna Tutup Buku 2017 di Hotel semesta Semarang, Sabtu (5/5).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Sosialisasi Kemantrian Koperasi dan UKM RI, Irianta Narun.

Budiman menjelaskan hingga saat ini tahapan pembayaran sudah sampai skema ketiga dengan jumlah dana yang dibayarkan mencapai Rp53,7 miliar kepada 21.099 NOA.  Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penyaluran pinjaman yang sudah berjalan, serta penghimpunan dana meskipun tidak terlalu gencar karena mengutamakan prinsip kehati-hatian. 

''Cara lain yang ditempuh untuk mengembalikan dana anggota adalah dengan penghematan serta menjual aset KSP Intidana yang tidak diperlukan,'' tambahnya.

Hal ini, lanjut dia, untuk mengambil alih aset KSP Intidana yang selama ini diatasnamakan oleh perorangan atau pengurus lama karena hal tersebut melanggar aturan. Seperti aset tiga kantor cabang di daerah Pati,  Semarang, dan Sidoarjo, Jawa Timur. 

Menurutnya penjualan aset milik KSP Intidana diperkirakan rampung pada pertengahan tahun 2019. Dana segar dari penjualan aset tersebut diperkirakan mencapai Rp100 miliar. 

''Sehingga diharapkan bisa untuk mengembalikan dana anggota.'' jelasnya.

Ia menjelaskan pembenahan kelembagaan juga dilakukan seperti memperbaiki kompetensi, sertifikasi dari tingkat manager sampai pimpinan unit mingguan termasuk juru buku atau administrasi pembukuan. Bahkan pihaknya sudah membentuk satgas internal komite pengawasan kesehatan koperasi. 

Pada tahun 2018 ini pihaknya menargetkan predikat dalam pengawasan yang kini diemban oleh KSP Intidana bisa berubah menjadi koperasi simpan pinjam yang berpredikat sehat. "Kami juga akan bentuk tim remidial yang akan mengawal penjualan aset-aset, sehingga itu bisa menjadikan dana segar untuk pengembalian dana dalam skema," ujarnya. 


(Arie Widiarto/CN40/SM Network)