• KANAL BERITA

Suplai Air PDAM Wilayah Timur, Macet Lagi

Pasokan dari Bendung Klambu Terganggu

PJs PDAM Tirta Moedal M Farchan. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
PJs PDAM Tirta Moedal M Farchan. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Suplai air bersih ke pelanggan PDAM Tirta Moedal di Semarang wilayah timur kembali terganggu. Hal ini dikarenakan pasokan air dari Bendung Klambu ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu yang berada di Jl Kramat Raya, Kudu, Kecamatan Genuk terganggu. 

Kondisi elevasi air di Bendung Klambu pada Minggu (6/5) pagi masih 15,53 meter. Realisasi air yang dapat diberikan untuk Intake Saluran Air Baku (SAB) ke IPA Kudu sebanyak 300 liter/detik, dari kebutuhan minimal 900 liter/detik. Sampai sore hari, air yang masuk masih sebesar 500 liter/detik.

''PDAM Tirta Moedal tidak mengelak, tetapi pasokan air dari Bendung Klambu memang bermasalah. Kami akan meminta klarifikasi kepada Kementerian PUPR dalam hal ini PT Jasa Tirta sebagai pengelolaan air bersih permukaan, yang lalai dan tidak profesional dalam mengelola SAB Klambu Kudu, sehingga mengganggu kinerja PDAM,'' ujar Pjs PDAM Tirta Moedal, M Farchan. 

Selama ini, ungkapnya, PDAM Tirta Moedal selalu memenuhi kewajibannya untuk membayar retribusi. Setiap bulannya, PDAM membayar retribusi sebesar Rp 140 juta kepada PT Jasa Tirta. Retribusi ini terkit penyediaan air dari Bendung Klambu ke IPA Kudu. 

Farchan menambahkan, bahwa pada Sabtu (5/5) malam, gembok di Bendung Klambu dirusak. Kemudian air lebih banyak diarahkan untuk mengairi lahan pertanian. Saat itu, dalam proses pengambilan air dari saluran Klambu kiri dan saluran seknder Gubuk, Grobogan. 

''Sabtu malam, saluran air ditutup oleh warga, sehingga aliran ke IPA Kudu mati. Informasi terbaru, Minggu (6/5) pagi saluran air sudah dibuka lagi dengan debit sekitar 300 liter/detik. Selain itu ada tambahan mobil pompa yang memberikan tambahan air sekitar 150 liter/detik,'' tambah Farchan. 

Pengerukan Sedimen

Penurunan suplai air juga dikarenakan masih adanya pengerukan sedimen pembuatan saluran menuju IPA Kudu. Sampai saat ini, masih dalam pembuatan spoil bank (tempat pembuangan sedimen). Diharapkan proses pembuatan spoil bank dapat segera selesai, sehingga tidak ada kendala dalam pengerukan. 

Untuk menjaga suplai ke IPA Kudu, pihaknya juga meminta adanya kegiatan pengawalan atau pencegahan pengambilan air dari pompa-pompa liar di sepanjang SAB. Kemudian pembersihan ganggang dan di sepanjang saluran. Di samping itu, koordinasi intensif dengan kontraktor pekerjaan pembuatan saluran. 

''Kami harap, usaha-usaha tersebut bisa menambah pasokan air ke IPA Kudu. Dengan begitu produksi air sebesar Rp 900 liter/detik untuk warga di Semarang wilayah timur bisa segera dilakukan. Kami meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini,'' imbuhnya. 

Seperti diketahui, suplai air ke 49 ribu pelanggan PDAM di Semarang bagian timur terganggu sejak pertengahan April lalu. Hal itu dikarenakan produksi IPA Kudu mengalami penurunan. Bila biasanya sebesar Rp 900 liter/detik menjadi hanya 300-500 liter/detik. Hal itu dikarenakan pasokan air dari Bendung Klambu berkurang. 
Untuk mengairi semua warga, PDAM memberlakukan sistem giliran.

Untuk Jam operasonal pukul 07.00-19.00 WIB untuk menyalurkan air ke daerah Padi, Kapas, Genuk, Kaligawe, Sedompyong, Cilosari, Pengapon. Kemudian Ronggolawe, Kebon Harjo, Pelabuhan, Tanah Mas, Tlogosari, Tlogomulyo, Taman Sari Majapahit, Medoho, Soekarno Hatta dan sekitarnya. Ada pun pukul 19.00 - 07.00 WIB mengairi daerah Fatmawati, Plamongan, Kedungmundu, Ketileng, Wanamukti, Sendangmulyo, Meteseh. Kemudan Dinar Mas, Bukit Kencana Jaya, Rogojembangan, Cinde, Tanah Putih, Jomblang Candisari, Karang Anyar Gunung dan sekitarnya. 


(Hendra Setiawan/CN40/SM Network)