• KANAL BERITA

Nyadran Agung Diikuti Wisatawan Asing

WISMAN: Sejumlah wisatawan mancanegara (asing) turut mengikuti kirab dalam pelaksanaan Nyadran Agung di Alun-alun Wates, Kulonprogo, Sabtu (5/5). (Foto: suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
WISMAN: Sejumlah wisatawan mancanegara (asing) turut mengikuti kirab dalam pelaksanaan Nyadran Agung di Alun-alun Wates, Kulonprogo, Sabtu (5/5). (Foto: suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

KULONPROGO, suaramerdeka.com - Ada yang berbeda pada pelaksanaan Nyadran Agung yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah wisatawan manca negara (asing) tampak mengikuti Nyadran Agung yang dilaksanakan di Alun-alun Wates tersebut, Sabtu (5/5).

Salah satu wisatawan dari Jerman, Sven (50), mengaku senang bisa ikut menjadi peserta kirab dalam acara budaya ini.

“Ini pertama kali. Pernah melihat gunungan sekali di Kraton tapi hanya melihat saja. Ini pertama kali ikut (menjadi peserta dalam kirab) gunungan. Aku sangat suka, karena sebelumnya belum tahu banyak tentang budaya Jawa,” kata Sven yang tinggal di Sleman sejak lima tahun lalu dan sudah lancar berbahasa Indonesia.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, Nyadran Agung merupakan acara budaya yang dikaitkan dengan silaturahmi baik kepada keluarga yang masih ada maupun kepada nenek moyang yang sudah tidak ada. Menurutnya, nilai silaturahmi ini yang penting dalam penyelenggaraan Nyadran Agung.

Gubernur DIY dalam sambutan yang disampaikan Asisten Keistimewaan Setda DIY,  Didik Purwadi mengatakan, tradisi nyadran merupakan wujud penghormatan kepada leluhur melalui tasyakuran dan doa. Kegiatan dalam nyadran juga menjadi sarana silaturahmi.

“Ada nilai-nilai budaya gotong royong guyub rukun juga, serta transformasi budaya kepada generasi muda. Nyadran bisa merekatkan persaudaraan di dalam masyarakat,” katanya.

Usai dilakukan doa bersama lintas agama, warga yang hadir langsung merangsek untuk berebut gunungan.
 


(Panuju Triangga/CN41/SM Network)