• KANAL BERITA

Jual HP Curian Di Facebook, Dua Remaja Pembobol Konter HP Ditangkap

Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Dua tersangka pembobol konter ponsel diDesa/Kecamatan Bukateja berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Bukateja, Sabtu (5/5) dini hari. Mereka ditangkap setelah barang hasil curiannya ditawarkan melalui Facebook.

Kedua tersangka yaitu, Dit (16) dan Sus (17) warga, Kecamatan Bukateja. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah ponsel dan kardusnya, sebuah carger, dua buah headset, dua botol parfum, sebuah tas pinggang dan sebuah martil.

Kapolsek Bukateja, AKP Agus Triyono, Minggu (6/5) menjelaskan, aksi pencurian konter Ponsel A'im Cell milik Oktavianto (30) warga Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja terjadi pada  15 April silam. Modusnya, setelah survei lokasi calon korban, para pelaku datang malamnya kemudian memanjat pohon jambu dan pagar tembok untuk naik ke atap.

"Tersangka melepas paku asbes menggunakan martil yang sudah dibawa dan menggeser posisi asbes sehingga bisa melihat ke dalam toko. Kemudian pelaku merusak plafon dan masuk ke dalam toko. Barang-barang di toko diambil lalu keluar melalui atap," katanya.

Keesokan sorenya, pemilik konter datang untuk menyalakan lampu. Namun setelah membuka pintu toko didapati kondisi dalam berantakan. Ketika dicek, sejumlah barang jualannya hilang. Dia lalu  lapor ke polisi. Dia merugi Rp 2,5 juta lebih.

Polisi yang menyelidiki kasus ini menemukan titik terang setelah patroli siber di Facebook mendapati ada unggahan seseorang yang akan menjual ponsel dengan ciri-ciri identik milik korban di salah satu grup jual beli. Polisi lalu memancing pemilik akun penjual ponsel itu dengan berpura-pura membeli dan sepakat kopi darat di depan SMK 1 Bukateja.

"Akhirnya pada Sabtu (5/5) sekitar pukul 00.30 Wib, kami berhasil menangkap keduanya. Setelah kami interogasi, mereka mengakui jika ponsel yang akan dijual adalah hasil curian di konter A'im Cell April lalu," katanya. 

Lebih lanjut, karena kedua tersangka masih di bawah umur, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kejaksaan dan Balai Permasyarakatan (Bapas) untuk penanganan lebih lanjut. 


(Ryan Rachman/CN39/SM Network)