• KANAL BERITA

Jumlah Penderita HIV/AIDS Capai 1.000 Orang

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

CILACAP, suaramerdeka.com - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Cilacap, terhitung sejak 2007 sampai awal Mei 2018, secara akumulasi telah mencapai sekitar 1.000 orang. Itu jumlah penderita yang terlihat di permukaan.

Kemungkinan besar jumlah riil di masyarakat lebih dari 1.000 orang. Sebab jumlah penderita HIV/AIDS seperti fenomena gunung es. Artinya, jumlah penderita HIV/AIDS yang tidak terlihat justru lebih besar.

"Jumlah penderita HIV/AIDS di Cilacap setiap tahun terus bertambah. Secara akumulasi jumlah penderita HIV/AIDS sampai Desember 2017 sebanyak 950 orang. Sekarang sudah mencapai sekitar 1.000 orang," kata Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Cilacap, Sardjono, kemarin.

Dikatakan, jumlah penderita HIV/AIDS sampai Desember 2017 sebanyak 950 orang. Itu jumlah penderita yang telah terdata di Sekretariat KPA Cilacap, baik nama maupun alamat mereka.

Penderita HIV/AIDS yang sudah terdata telah dikelola oleh KPA dengan baik. Bahkan sebanyak 300 penderita kini sedang dalam proses pengobatan yang dikelola langsung oleh KPA setempat.

"Dari jumlah penderita yang kini sedang dalam proses pengobatan, ada yang sudah lama terinfeksi virus HIV/AIDS. Namun ada juga yang memang baru ketemukan melalui Voluntary Counselling and Testing (VCT)," katanya.

Menurut Sardjono, di antara penderita yang baru ditemukan dan dinyatakan positif HIV/AIDS melalui test VCT terdapat 40 orang calon pengantin. Mereka diketahui terinfeksi virus HIV/AIDS setelah melakukan test VCT.

Setelah diketahui terinfeksi virus HIV/AIDS, ada calon pengantin yang tetap melangsungkan pernikahannya dan ada yang kemudian menunda. Sebab mereka harus melakukan pengobatan dulu.

Pemkab Cilacap telah memiliki Perda Nomor: 2 Tahun 2015 tentang Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Cilacap. Salah satu pasal di perda tersebut mewajibkan setiap calon pengantin harus melakukan test VCT dulu.

Bagi calon pengantin muslim, harus menyerahkan hasil test VCT tersebut ke petugas KUA. Sedangkan hasil test VCT calon pengantin non muslim, diserahkan ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Jika ada calon pengantin yang hasil test VCT-nya menyatakan positif terinfeksi virus HIV maka hasil test VCT tersebut akan diserahkan ke KPA. Selanjutnya KPA akan melakukan pendampingan terhadap calon pengantin tersebut. Termasuk pengelola dan mengawal proses pengobatannya.

"KPA bekerja sama dengan rumah sakit yang ada di Cilacap juga sering melakukan test VCT mobile ke perusahaan-perusahaan. Bahkan sekarang beberapa perusahaan telah mengelola karyawannya dengan mengadakan test VCT secara rutin," katanya.


(Agus Sukaryanto/CN39/SM Network)