• KANAL BERITA

Penderita Diabetes Dianjurkan Mengatur Cara Puasa

AJUKAN PERTANYAAN : Seorang peserta seminar mengajukan pertanyaan kepada narasumber pada seminar kesehatan yang diadakan SMC RS Telogorejo di rumah sakit tersebut, Jalan KH Ahmad Dahlan Semarang, Sabtu (5/5). (SM/Eko Fataip)
AJUKAN PERTANYAAN : Seorang peserta seminar mengajukan pertanyaan kepada narasumber pada seminar kesehatan yang diadakan SMC RS Telogorejo di rumah sakit tersebut, Jalan KH Ahmad Dahlan Semarang, Sabtu (5/5). (SM/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Saat menjalani puasa, terjadi perubahan pola makan. Aktivitas makan yang biasanya dilakukan siang hari, kini harus diganti pada malam hari.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam SMC RS Telogorejo, dr Bambang Singgih SpPD mengungkapkan, penderita diabetes harus bisa mengatur cara puasa agar tidak terhenti di tengah jalan.

"Cara puasanya harus diatur, karena tidak gampang, terutama pada pasien diabetes. Sering kali terhenti di tengah jalan, karena kekeliruan dalam mengaturnya," kata Bambang pada seminar kesehatan yang diadakan SMC RS Telogorejo di rumah sakit tersebut, Jalan KH Ahmad Dahlan Semarang, Sabtu (5/5).

Menurut Bambang, pasien diabetes dianjurkan bangun lebih awal sebelum menjalani puasa, karena  perlu mengonsumsi sejumlah makanan tertentu.

Pasien diabetes yang umumnya mengalami gangguan di fungsi ginjal, idealnya perlu minum satu liter air putih ketika sahur. Begitu pula dengan jenis makanan yang dikonsumsi, tidak bisa sembarangan. 

"Tidak mungkin minum satu liter dalam waktu lima menit habis, maka perlu bangun lebih awal. Makanan yang dimakan harus satu porsi nasi, agar pada siang hari gula darahnya tidak ngedrop," ujarnya.

Dia menilai, pasien diabetes cenderung malas bangun dini hari untuk makan sahur. Jika hal ini dilakukan oleh orang yang tidak menderita penyakit ini, hal tersebut masih bisa ditolerir. Namun, pada penderita diaebetes, dia mewajibkan untuk tetap makan dan minum.

Dijelaskan pula, pada saat buka puasa, pasien juga harus mengawali minum air yang sedikit mengandung gula. Apabila minuman tersebut terlalu manis, apalagi ditambah dengan makanan yang banyak mengandung karbohidrat, dikhawatirkan kadar gula bisa mengalami kenaikan.

Terkait obat yang dikonsumsi pasien, Bambang menyarankan agar berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Sebab, obat yang diminum pasien ketika berpuasa, juga harus diatur kadar dosisnya.

"Obat yang kerjanya menurunkan gula darah harus dikurangi dosisnya, karena siang harinya penderita tidak makan. Prinsipnya mengurangi dosis 50 persen, tetapi tetap perlu konsultasi dengan dokter masing-masing," jelasnya. 


(Eko Fataip/CN34/SM Network)