• KANAL BERITA

DLH Kota Pekalongan Ajukan Moratorium Penggunaan Air Tanah

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan berencana mengajukan moratorium penggunaan air tanah ke Gubernur Jawa Tengah. Menurut Kepala DLH Kota Pekalongan, Purwanti, berdasarkan hasil monitoring DLH Kota Pekalongan, pada titik-titik sumur bawah tanah di Kota Pekalongan, pengambilan air tanah melebihi batas ambang.

‘’Karena itu, kami berencana mengajukan moratorium pengambilan air bawah tanah ke Gubernur Jawa Tengah. Sebab, jika penggunaan air tanah tidak dibatasi, ketersediaan air tanah akan lebih cepat habis. Karena itu yang menyebabkan permukaan tanah turun,’’ terangnya.

Purwanti menjelaskan, sebelum mengajukan moraorium penggunaan air tanah, pihaknya memastikan ada back-up ketersediaan air bagi masyarakat dan dunia usaha di Kota Pekalongan. Berdasarkan data DLH Kota Pekalongan, terdapat 144 titik sumur air tanah.

Menurutnya, hampir sebagian besar pengguna air tanah tersebut adalah dunia usaha, seperti  perhotelan, supermarket dan usaha pencucian mobil. Sedangkan untuk memback-up ketersediaan air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Pekalongan akan membuat danau-danau kecil untuk menghentikan penggunaan air tanah.

‘’Kami berencana membuat danau-danau kecil. Di kelurahan kami harapkan ada satu danau kecil,’’ katanya.

Danau-danau tersebut sebagai pengganti penggunaan air tanah, sehingga nantinya sumur-sumur pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) akan mengambil air dari danau-danau tersebut. 


(Isnawati/CN40/SM Network)