• KANAL BERITA

Di Klaten 668 Kasus HIV/ AIDs Ditemukan

Foto: Warga membubuhkan tanda tangan dukungan pencegahan HIV dan TB saat acara car free day di Jl Pemuda Tengah. suaramerdeka.com/Ahcmad Hussain
Foto: Warga membubuhkan tanda tangan dukungan pencegahan HIV dan TB saat acara car free day di Jl Pemuda Tengah. suaramerdeka.com/Ahcmad Hussain

KLATEN,suaramerdeka.com - Sebanyak 668 kasus HIV/ AIDs ditemukan di Kabupaten Klaten sampai tahun 2018. Menurut Pelaksana Program KPA Kabupaten Klaten, Amin Bagus Panuntun total kasus yang ditemukan sejak 2007 sampai bulan Maret 2018 sebanyak 668 kasus.

''Dengan 369 baru tahap HIV dan 299 orang sudah tahap AIDs,''  jelasnya, Sabtu (5/5).

Menurut Amin, penyebab paling banyak karena hetroseks atau hubungan seks sesama jenis. Dari sisi usia di Kabupaten Klaten pengidap HIV didominasi usia produktif. Jumlah kasus setiap bulan dan tahun berus bertambah. Tahun 2018, bulan Januari ada 13, bulan Februari ada 11 kasus dan bulan Maret ada lima kasus.

Temuan kasus baru itu berasal dari klinik layanan tes HIV. Secara umum, kondisi para pengidap itu baik sebab terdeteksi sejak awal. Namun demikian jika tidak dikawal dengan pengobatan yang rutin berpotensi untuk menuju kematian.

Selain pencegahan penyebaran virus, komisi tengah fokus untuk memberikan pemahaman ke masyarakat tentang teknik pemulasraan jenazah pengidap secara baik. Tujuannya agar jangan sampai pengidap HIV didiskriminasi saat meninggal hanya karena warga takut dan tidak memahami persoalan. Angka pengidap diyakini lebih besar hanya saja belum terungkap dan rendahnya kesadaran melaksanakan uji.

Korban Tewas

Penyebaran virus human immunodeficiency virus (HIV) kembali memakan korban. Seorang pengidap warga Kabupaten Klaten tewas setelah dinyatakan positif mengidap HIV dan bertatus AIDs. Koordinator Program Komisi Penanggulangan HIV/ AIDs (KPA) Kabupaten Klaten, Fauzi Rivai mengatakan korban terakhir virus HIV meninggal beberapa hari lalu.

''Yang bersangkutan sudah dimakamkan dengan baik,'' jelasnya.

Dikatakannya, pasien yang meninggal terakhir merupakan pasien dalam usia produktif yaitu antara 30-40 tahun. Dugaan kuat penyebab tertularnya karena hubungan seks bebas yang dilakukan almarhum.

Pasien tersebut sempat terpantau Komisi sejak dua bulan terakhir dan sudah mendapatkan penanganan. Namun saat kondisinya memburuk tidak melaporkan sehingga terlambat untuk ditangani. Dengan demikian total yang meninggal sudah 57 orang.

 


(Achmad Hussain/CN42/SM Network)

Loading...
Komentar