• KANAL BERITA

45 Anoa Pesanan Brunei Hasil Pembicaraan Tiga Tahun

Foto suaramerdeka.com/dok
Foto suaramerdeka.com/dok

BANDUNG, suaramerdeka.com - Pesanan 45 Panser Anoa 6x6 yang diminta Brunei Darussalam merupakan buah dari pembicaraan yang sudah berlangsung dalam tiga tahun terakhir di antara Pindad dan AD negara tersebut.

Menurut Direktur Bisnis Produk Pertahanan Keamanan PT Pindad (Persero) Widjajanto, semula pihaknya berencana untuk membantu AD Brunei melakukan proses retrofit dan membangun fasilitas pemeliharaan.

“Asal muasal pembicaraan adalah untuk membantu mereka melakukan proses retrofit (modifikasi) 45 unit ranpur 4 x 4 VAB buatan Perancis dan membangun workshop maintenance angkatan darat Brunei,” ujar Widjajanto dalam keterangan, kemarin.

Dalam perkembangannya, muncul ide untuk melakukan pembelian unit baru Anoa 6x6 dari AD Brunei. Opsi itu mengemuka karena secara ekonomis pembelian unit baru dinilai lebih hemat daripada meretrofit unit yang lama.

Menyusul kesepakatan keduanya, termasuk pemesanan senjata SS-2, dengan ditandai kunjungan Sultan Brunei, Sultan Haji Hassanal Bolkiah yang diterima langsung Presiden Jokowi, langkah persiapan pun dilakukan.

Dalam waktu dekat, Tim Angkatan Darat Brunei akan membentuk tim uji ranpur dan senjata buatan Pindad sebagai tindak lanjutnya. Sebelumnya, BUMN strategis itu telah memberikan penjelasan langsung tentang persenjataan dan kendaraan tempur kepada Sultan Brunei Darusalam.


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)