• KANAL BERITA

Kualitas Tidur Sopir Bus Harus Diperhatikan

Foto: istimewa
Foto: istimewa

UNGARAN, suaramerdeka.com - Kualitas serta lamanya tidur atau istirahat seorang sopir bus harus diperhatikan.

Instruksi tersebut disampaikan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, usai menyaksikan Uji Guling Bus Standar Internasional UN ECE-R66 di Karoseri Laksana, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (4/5).

Jika ketentuan tadi benar-benar diterapkan, pihaknya yakin angka kecelakaan bus bertepatan dengan mudik-balik Idul Fitri bisa ditekan.

Disamping faktor kualitas istirahat, Soerjanto Tjahjono juga menghimbau Kementerian Pariwisata, Gubernur, hingga Bupati, dan Walikota untuk menyediakan tempat istrahat yang memadai di sekitar lokasi pariwisata. Di Jawa Tengah misalnya, pengelola Candi Borobudur bahkan pengelola obyek wisata di Bandungan mestinya menyiapkan fasilitas tersebut.

“Jangan sebatas tidur di bagasi bus, padahal keesokan hari dia harus bawa kita. Itu jelas tidak baik,” tandasnya.

Melihat apa yang dialami para sopir bus ketika mudik-balik Idul Fitri, pihaknya mengakui sejauh ini fasilitas istirahat sopir bus tergolong masih minim. Tidak banyak garasi perusahaan otobus yang membangun bahkan menyediakan tempat yang dimaksud.

Soerjanto Tjahjono mencontohkan di Medan, Sumatera Utara, ada Perusahaan Otobus Sempati Star yang telah menyiapkan tempat istirahat pengemudi lengkap dengan fasilitas tempat tidur dan pendingin ruangan.

“Waktu ideal istirahat sopir bus sekitar delapan jam, atau minimal enam jam. Berbeda dengan pilot pesawat, ketentuannya mutlak wajib delapan jam tidur,” ungkapnya.


(Ranin Agung/CN33/SM Network)