• KANAL BERITA

Warga Kendayakan Blokade Tol

UNJUK RASA<P> : Puluhan warga Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, memblokir jalan tol Trans Jawa Pejagan-Pemalang yang melintasi wilayah setempat dengan menggunakan keranda mayat, Jumat (4/5). (suaramerdeka.com / Dwi Putra GD)
UNJUK RASA<P> : Puluhan warga Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, memblokir jalan tol Trans Jawa Pejagan-Pemalang yang melintasi wilayah setempat dengan menggunakan keranda mayat, Jumat (4/5). (suaramerdeka.com / Dwi Putra GD)

WARUREJA, suaramerdeka.com - Kerusakan jalan akibat proyek tol masih saja terjadi di sejumlah daerah. Kerusakan jalan di sejumlah ruas wilayah Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, bahkan memicu kemarahan warga setempat.  Akses jalan desa rusak akibat mobilitas dump truck pengangkut tanah uruk jalan tol Trans Jawa Pejagan-Pemalang

Warga yang kecewa akhirnya memblokade tol di seksi III dan seksi IV itu, Jumat (4/5). Mereka menuntut perbaikan jalan di wilayah tersebut secepatnya.  Aksi puluhan warga itu dilakukan dengan membentangkan spanduk di atas keranda mayat.

Warga meletakan keranda di tengah jalan tol, dan menghentikan kendaraan yang melintas, serta pekerja proyek PT Waskita Karya, kontraktor pembangunan jalan tol seksi III dan IV. Sejumlah warga juga menghalangi dan berdiri di tengah jalan tol sembari menerikan tuntutan mereka.

Warga mendesak perbaikan akses jalan ke makam Soka Dana Kendayakan. Selama ini, akses jalan ke makam rusak karena dilewati kendaraan dumtruk yang membawa tanah uruk jalan tol,’’ kata Kepala Dusun Kebandingan Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kusriyanto.

Aksi unjuk rasa juga dipicu janji perbaikan dari PT Waskita, tapi belum kunjung terealisasi.  "Tapi sampai sekarang belum ada pengerjaan, sehingga warga sudah tidak bisa dibendung untuk tidak demo," katanya.

Warga menginginkan agar akses jalan di bawah jalan tol atau terowongan dicor dan dibuatkan saluran air. Sebab kondisinya membahayakan, terutama jika turun hujan. Selain itu, warga menuntut normalisasi saluran air di kanan kiri jalan tol untuk mencegah banjir. "Jalan itu merupakan satu-satunya akses ke makam Soka Dana. Kondisinya membahayakan karena becek dan licin. Padahal selain pemakaman umum, setiap tahun juga ada haul Mbah Soka Dana yang diadakan di kompleks makam," ujarnya.

Salah satu warga, Bambang (45), mengaku warga akan terus menggelar unjuk rasa jika tuntutan tak segera dipenuhi. "Kalau tak juga dikerjakan, kita akan tutup proyeknya," ucapnya. Sementara itu, perwakilan PT Waskita Karya akan memenuhi tuntutan warga hari ini juga. "Jam dua siang ini (kemarin-re) katanya mau dikerjakan. Makanya warga akan kembali lagi ke sini nanti (kemarin-red) untuk memastikan," imbuh Bambang.


(Dwi Putra GD/CN26/SM Network)